Cuma Segini Mobil Ferrari yang Laku Selama Pandemi

Rizki Pratama - detikOto
Kamis, 05 Nov 2020 17:24 WIB
Logo Ferrari
Laporan penjualan mobil Ferrari di tengah pandemi. Foto: Pool (MotorTrend)
Jakarta -

Industri otomotif masih dalam masa kritis akibat terpaan virus Corona. Walaupun semua pabrikan terdampak, masing-masing memiliki efek yang berbeda tergantung bagaimana strategi dan posisinya.

Bagi merek mobil sport super seperti Ferrari, krisis ekonomi yang disebabkan virus Corona ini berdampak besar. Tanpa adanya situasi ini saja Ferrari jarang sekali melakukan penjualan tahunan di angka ratusan ribu unit.

Ferrari mengatakan mereka hanya sanggup menjual 6.440 unit mobil mereka selama bulan Januari hingga September 2020. Tahun 2019 di periode yang sama Ferrari mampu mengirimkan 7.755 unit. Catatan tersebut dapat diterjemahkan jadi penurunan penjualan Ferrari dari Januari ke September tahun 2020 turun sebesar 17 persen dari tahun 2019 di periode yang sama.

Lebih rinci, penjualan Ferrari mengalami keterpurukan di China, Hongkong dan Taiwan. Tahun 2019 Ferrari berhasil menjual 776 unit di sana sedangkan tahun ini hanya 181 unit. Itu sama dengan penurunan sebesar 77 persen.

Mengejutkannya pasar Asia Pasifik masih tertarik dengan Ferrari di masa sulit ini. Tahun lalu Ferrari mengirimkan 1.137 unit ke kawasan ini dan tahun 2020 masih bisa mengirimkan sebanyak 1.114.

Di Amerika Serikat penjualan Ferrari turun 29 persen. Sebelumnya 2.295 unit jadi 1.653 unit. Di pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika hanya turun satu persen yang mana sejauh ini sudah terjual 3.510 unit di sana.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Ferrari mengirimkan 2.313 kendaraan, turun 161 unit, atau 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penjualan supercar bertenaga V12 meningkat 15,4 persen menurut data yang dirilis oleh Ferrari. Sementara itu pengiriman model bertenaga V8 turun 12,8 persen. Angka-angka ini tidak termasuk Roma dan SF90 Stradale, karena pengirimannya dijadwalkan baru dimulai pada kuartal keempat tahun ini.

Ferrari kehilangan produksi sebesar 2.000 unit ketika pabrik sempat dilarang beroperasi selama 7 minggu di Italia. Pabrikan berlogo kuda jingkrak ini mencoba untuk mendapatkan 500 dari total kehilangan rencana produksinya sebelum tahun 2020 berakhir.



Simak Video "Hampir Sejuta, Total Kasus Corona di Indonesia 999.256"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)