Ribuan Pemotor Kopdar dan Gelar Touring, Kini Ratusan Pesertanya Positif Corona

Doni Wahyudi - detikOto
Selasa, 01 Sep 2020 14:09 WIB
Sturgis Motorcycle Rally
Ratusan ribu pemotor berpartisipasi di acara Sturgis Rally (Instagram @Sturgirrally)
Jakarta -

Sturgis Motorcycle Rally jadi salah satu event yang dinantikan pemotor di Amerika Serikat. Tetap nekat menggelar acara tersebut di tengah pandemi, ratusan orang kini positif Corona.

Sturgis Motorcycle Rally adalah event tahunan yang biasanya digelar selama 10 hari. Untuk 2020 ini, acara tersebut kembali dihelat di sebuah kota kecil yang terletak di South Dacota, pada pertengahan Agustus lalu.

Dikutip dari CNN, setiap tahun acara tersebut bisa jadi magnet buat 500.000-an orang untuk berkumpul dan kongkow bersama menggelar berbagai kegiatan. Tahun ini jumlah pesertanya mencapai 460.000 kendaraan.

Sejak awal, acara tersebut dikhawatirkan akan jadi pusat penyebaran baru virus corona. Para ahli kawatir, orang-orang yang datang dari berbagai penjuru Amerika Serikat bisa saling menularkan virus yang masih jadi pandemi tersebut.

Apalagi, menurut Camber Systems, sebuah perangkat yang mendata dan menganalisa pergerakan orang berdasarkan telepon selular untuk alasan kesehatan, diketahui kalau beberapa peserta Sturgis Motorcycle Rally datang dari lokasi yang angka positif corona-nya sangat tinggi.

Kekhawatiran itu makin menjadi-jadi karena sepanjang penyelenggaraan, banyak peserta terlihat tak memakai masker. Beragam aktivitas yang dilakukan malah sama sekali tak menjalankan protokol kesehatan. Demikian diberitakan USA Today.

Beberapa pekan setelah gelaran tersebut, sebanyak ratusan peserta dinyatakan positif COVID-19. Rapid City Journal menyebutkan kalau saat ini ada 236 kasus positif di berbagai negara bagian yang terkait dengan Sturgis Motorcycle Rally.

Petugas kesehatan South Dakota pada awal Agustus mengumumkan seeorang yang bekerja di pembuatan tato sudah positif COVID-19. Pekerja itu diyakini telah menyebarkan virus ke orang-orang yang datang ke tokonya.

"Sebagai sebuah kota, tak ada yang bisa kami lakukan. Kami tak bisa menutup jalan dan memasang papan pemberitahuan 'Anda tidak boleh masuk'. Tentu saja kami akan kedatangan banyak orang di kota ini, meski tidak ada event itu," kata Daniel Ainslie, kepala daerah setempat.

Warga sekitar, melalui jajak pendapat yang sempat digelar, sebenarnya sudah menolak diadakannya acara tersebut. Namun manajemen kota memutuskan untuk tetap menggelarnya.



Simak Video "Satgas Ungkap Efek Libur Panjang Terhadap Kasus Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)