Kamis, 09 Jul 2020 09:13 WIB

Modif Sepeda Konvensional Jadi Listrik, Bisa Lari Hingga 30 Km Tanpa Genjot Lho!

M Luthfi Andika - detikOto
Alat yang menjadikan sepeda biasa menjadi sepeda listrik dengan menggunakan Micro Hub. Atau Modifikasi sepeda normal menjadi sepeda listrik. Ilustrasi sepeda listrik Foto: Pool (Instagram ebike goes on)
Jakarta -

Maraknya penjualan sepeda pada masa New Normal sekarang ikut merambah ke penjualan sepeda listrik. Kini ada juga opsi untuk memodifikasi sepeda konvensional menjadi sepeda listrik, enggak pakai gowes bisa melaju sampai jauh.

Dengan bantuan motor kecil yang ditenagai listrik, para pesepeda bisa melaju hingga maksimal 30 km tanpa mengayuh pedal.

"Untuk baterai kita itu voltase-nya paling kecil hanya 22,2 volt ampere-nya 9,6 ampere. Beratnya hanya 960 gram dan bisa menempuh jarak tempuh sekitar 25-30 km," ucap Alfred Andreas dari Goes-on Bosbattery.

"Baterai yang kita gunakan ialah rangkaian 6 seri 2 pararel, total ada 12 baterai. Nah per sel-nya pakai seri 21770 tipe silinder," Alfred menambahkan.

Alat yang menjadikan sepeda biasa menjadi sepeda listrik dengan menggunakan Micro Hub. Atau Modifikasi sepeda normal menjadi sepeda listrik.Alat yang menjadikan sepeda biasa menjadi sepeda listrik dengan menggunakan Micro Hub. Atau Modifikasi sepeda normal menjadi sepeda listrik/Ilustrasi modifikasi sepeda biasa menjadi sepeda listrik. . Foto: Pool (Instagram ebike goes on)

Alfred menjelaskan Bosbaterry saat ini memiliki dua pilihan alat yang bisa mengubah sepeda konvensional atau normal menjadi sepeda listrik.

"Kalau di-saya itu ada dua macam jenis alat yang bisa mengubah sepeda biasa menjadi sepeda listrik, yaitu Friction Drive dan Micro Hub," kata Alfred Andreas dari Goes-on Bosbattery.

Alfred menjelaskan untuk bisa menerapkan sistem listrik pada sepeda manual atau konvensional terbilang sangat mudah. Untuk mesin sepeda listrik yang Friction Drive cara memasangnya, pertama harus menyediakan sepedanya, Friction Drive memiliki sistem langsung dipasangkan ke bottom braket pada permukaan ban. Jadi alat ini mendapat gesekan ban sehingga tercipta triksi dengan ban.

Sedangkan untuk yang Micro hub, lanjut Alfred, merupakan sistem listrik dalam bentuk tromol. Karena ini sistem tromol maka bisa dipakai pada bagian depan atau belakang.

Kedua sistem ini hanya memiliki berat di bawah 3 kg sudah termasuk baterai. Keduanya juga diklaim memiliki dimensi yang kecil, ringan, efisien dan tidak mengubah seni bersepeda.



Simak Video "Gowes Marak Saat Pandemi, Buku Panduan Bersepeda Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com