Rabu, 08 Jul 2020 15:53 WIB

Ini Rancangan Peraturan Menteri Soal Keselamatan Bagi Pesepeda, Setuju Gak?

Ridwan Arifin, Ridwan Arifin - detikOto
Hari bebas kendaraan bermotor kembali digelar di Kota Bekasi. Warga pun antusias bersepeda di CFD yang sebelumnya dihentikan sementara guna cegah COVID-19. Ilustrasi bersepeda di jalan raya Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kementerian Perhubungan hampir menyelesaikan aturan bagi para pegowes yang kian meningkat di masa pandemi corona. Rencananya, rancangan peraturan menteri bakal rampung di akhir Juli 2020.

"Kami harapkan pada akhir bulan Juli ini rancangan peraturan menteri sudah bisa kami undangkan dengan didaftarkan di kemenkumham, sehingga di bulan Agustus sudah bisa jadi guidance untuk kita semuanya dengan kondisi yang ada sekarang ini," ungkap Dijen Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam webinar, Selasa (7/7/2020) kemarin.

Lebih lanjut ia memaparkan ada tiga bab besar yang menjadi perhatian, yakni persyaratan teknis sepeda, tata cara bersepeda dan fasilitas pendukung sepeda. Meski begitu, rancangan ini sifatnya masih bisa berubah dan menerima masukan dari para pihak terkait seperti komunitas hingga asosiasi.

"Di dalam perancangan peraturan menteri yang sedang kita buat ini, yang diatur tujuan pengaturannya adalah untuk mewujudkan tertib berlalu lintas dan menjamin keselamatan penggunaan sepeda di jalan," kata Budi.

Kegiatan Car Free Day (CFD) di Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (28/06/2020), ditiadakan. Tetapi jalur sepeda sementara (pop up bike lane) tetap dibuka.Kegiatan Car Free Day (CFD) di Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (28/06/2020), ditiadakan. Tetapi jalur sepeda sementara (pop up bike lane) tetap dibuka. Foto: Rengga Sancaya

Pertama, persyaratan teknis sepeda. Nantinya akan terbagi dua yakni sepeda umum (untuk aktivitas sehari-hari seperti ke sekolah, kantor, dan lain-lain) ini diwajibkan memiliki bel, spakbor, sistem rem, pedal, bereflektor, lampu dan alat pemantul cahaya (disesuaikan dengan kondisi).

Lalu jenis yang kedua, sepeda balap, sepeda gunung atau sepeda lain yang diatur Perda perlu perlengkapan seperti bel, sistem rem, pedal bereflektor, helm, lampu dan alat pemantul cahaya (disesuaikan dengan kondisi).

Bab selanjutnya, yakni mengatur tentang tata cara bersepeda mengatur ketentuan dan larangan yang wajib dipatuhi bagi pesepeda.

Ketentuan;

a. menggunakan helm khusus sepeda untuk sepeda balap dan gunung;

b. pada kondisi malam hari, pesepeda menggunakan pakaian dan/atau atribut yang dapat memantulkan cahaya;

c .menggunakan alas kaki;

d. memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas.

(halaman berikutnya hal yang dilarang)

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com