Senin, 06 Jul 2020 15:43 WIB

Mengenal Bus Listrik yang Diuji Coba Transjakarta

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. Bus listrik Transjakarta. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Mulai hari ini, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menguji coba bus listrik. Uji coba bus listrik itu bisa mengangkut penumpang mulai hari ini, Senin (6/7/2020).

Uji coba bus listrik Transjakarta akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Bus listrik EV1 ini melayani rute Balai Kota-Blok M. Untuk layanan EV1, Transjakarta untuk awalnya mengoperasikan dua unit armada BYD untuk menguji kecocokan armada listrik di layanan Transjakarta. PT Bakrie Autoparts sebagai agen BYD di Indonesia membawa dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6 pada uji coba ini.

Bicara soal bus listrik BYD asal China, bus listrik ini memang sudah banyak digunakan di berbagai negara di dunia. Disebutkan, bus listrik ini telah melintas di 50 negara dan lebih dari 200 kota.

Bagaimana ketangguhannya? Mengutip data spesifikasi dari laman resmi BYD, bus listrik BYD K9 ditenagai oleh motor listrik tipe AC Synchronous Motor. Tenaga maksimalnya mencapai 300 kW dengan torsi maksimal 1.100 Nm. Tenaga listrik disimpan dalam baterai BYD Iron-Phosphate. Baterai itu berkapasitas 324 kWh.

Proses pengisian baterai sekitar 4-5 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus ini bisa menempuh jarak sejauh 250 km dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.

Secara dimensi, bus punya panjang 12 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3,4 meter. Jarak sumbu rodanya 6,1 meter. Bus ini berbobot 18.000 kg.

Sementara versi yang lebih kecil, BYD C6 memiliki panjang 7.403 mm, lebar 2.140 mm, dan tinggi 2.926 mm. BYD C6 dibekali baterai Iron-phospate kapasitas 135 kWh.

Untuk pengisian dayanya sendiri, diklaim bisa rampung dalam waktu 4 jam. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh mencapai 100 km/jam. Untuk penggunaan dalam kota, bus listrik ini bisa menempuh jarak hingga lebih dari 200 km sekali cas.

Bus Listrik yang Diuji Coba TransJakartaBus Listrik yang Diuji Coba TransJakarta Foto: Bus Listrik yang Diuji Coba TransJakarta (Tiara-detikcom)

Disebutkan Kepala Divisi Teknik dan Manajemen Operasi PT Transportasi Jakarta Eri Riawan, bus ini sudah melewati beberapa proses untuk mendapatkan kelengkapan legalitas. Bahkan, bus ini sudah memiliki BPKB dan STNK.

"Sebelumnya bus ini sudah wira wiri terutama di daerah-daerah tertutup seperti Monas, Taman Mini, Ancol, bedanya dulu masih pelat putih belum memiliki legalitas penuh," kata Eri dalam presentasinya seperti ditayangkan dalam video live di akun instagram Transjakarta, Senin (6/7/2020).

"Tujuan uji coba (bus listrik) adalah untuk memastikan ini dapat beroperasi pada standar operasional yang ada di transportasi Jakarta, dan juga mendapatkan spesifikasi teknik yang sesuai dengan operasional Transjakarta dan regulasi yang berlaku," sebutnya.



Simak Video "DKI Targetkan TransJakarta Pakai Bus Listrik pada 2030"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com