Pertalite Mau Dibatasi, Memang Nggak Cocok untuk Semua Mobil

Pertalite Mau Dibatasi, Memang Nggak Cocok untuk Semua Mobil

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 13 Agu 2026 07:11 WIB
LCGC tak isi bensin beroktan 92
Ilustrasi BBM Pertalite. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Tidak semua kendaraan cocok menggunakan BBM Pertalite. Penggunaan BBM itu bisa disesuaikan dengan rasio kompresi mesin.

Penggunaan BBM Pertalite mau dibatasi. Pembatasan itu berkaitan dengan penyaluran BBM RON 90 Pertamina itu yang belum sepenuhnya tepat sasaran. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap pembatasan itu menyasar masyarakat yang masuk golongan desil 9 atau desil 10. Untuk diketahui, masyarakat yang masuk dalam kelompok ini tergolong keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi. Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam. Supaya apa? Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," tutur Bahlil.

Skema pembatasannya belum diketahui. Namun Bahlil bilang bakal menyasar jenis kendaraan.

ADVERTISEMENT

"Nanti menyangkut pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi. Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Keuangan)," lanjut Bahlil.

Sejauh ini, penggunaan Pertalite memang belum dibatasi. Kendaraan apa pun yang memiliki barcode myPertamina, maka bisa bertransaksi beli Pertalite. Adapun pembeliannya dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan. Dalam catatan detikOto, ada beberapa kesempatan mobil mewah sekelas Toyota Alphard masih kedapatan mengisi BBM RON 90 itu. Alphard yang diisi Pertalite itu merupakan keluaran baru. Dengan pajak tahunan Rp 21 jutaan, tak seharusnya Alphard boleh 'minum' Pertalite.

Di lain sisi secara spesifikasi, Alphard juga tak cocok menggunakan BBM Pertalite. bila mengacu pada buku panduan manual, Toyota Alphard generasi terbaru lansiran tahun 2023 itu minimal menggunakan BBM dengan RON 91 atau lebih tinggi.

Penting untuk diketahui, Pertalite memang tak cocok digunakan untuk semua kendaraan. Untuk mengetahui jenis BBM yang tepat, kamu bisa mengecek di buku panduan manual tiap mobil.

Dikutip laman Pertamina Patra Niaga, Pertalite merupakan BBM pengganti Premium dengan kadar oktan 90. BBM ini diklaim cocok buat kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1. Jadi pastikan, rasio kompresi mesin kamu sebelum mengisi Pertalite ya. Sebab, salah isi BBM lama kelamaan bisa bikin mesin rusak.

"Pertalite dengan kadar sulfur kurang dari 500 ppm, kompatibel dengan sebagian besar mesin kendaraan di Indonesia. Aditif yang terkandung di dalamnya meningkatkan efisiensi pembakaran, sehingga memungkinkan jarak tempuh yang lebih jauh," demikian tertulis di laman tersebut.



(dry/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads