Kamis, 02 Jul 2020 16:21 WIB

Kenapa Ganjil-Genap di Jakarta Belum Diberlakukan?

Farih Maulana Sidik - detikOto
Kendaraan mengalami kemacetan di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020). Pemprov DKI Jakarta hari ini tidak memberlakukan aturan ganjil genap, untuk mengatasi penyebaran virus corona. Potret kemacetan di Salemba tanpa ganjil-genap Foto: Imam Kurniawan
Jakarta -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di DKI Jakarta diperpanjang 14 hari. Tapi aturan ganjil genap kendaraan belum aktif kembali.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogi mengatakan masih menunggu instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ganjil-genap sampai sekarang masih menunggu gubernur. Tentu pemerintah bersama Dirlantas PMJ kita akan mengkaji. Jadi sampai saat ini masih kita kaji apakah ganjil-genap akan diberlakukan atau tidak sekarang masih belum," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogi kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (1/7/2020) kemarin.

Lebih lanjut, Sambodo khawatir jika ganjil genap diberlakukan maka pengguna transportasi umum semakin membludak. Di sisi lain, terdapat kebijakan jaga jarak di dalam kendaraan juga masih berlaku.

"Karena apa? Karena kita kan berupaya supaya tetap menjaga physical distancing di kendaraan umum ya, kalau misal kita aktifkan (ganjil-genap," katanya.

"Misal hari ini tanggal ganjil penumpang pemilik kendaraan di tanggal genap tentu dia akan mengalihkan ke angkutan umum. Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga," sambungnya.

"Kalau volume kendaraan di mana masa PSBB transisi ini memang sudah hampir mendekati normal," katanya.Sambodo menyebut volume kendaraan di Jakarta berangsur kembali normal di masa PSBB transisi. Hal itu terlihat dari sejumlah titik ruas jalan di Jakarta yang sudah kembali pada di pagi dan sore hari serta data jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol yang terus bertambah.

Selain itu, saat ini aturan pembagian jam kerja dalam surat edaran gugus tugas terkait pembagian jam masuk kantor membantu mengurangi penumpukan penumpang dan kepadatan arus lalu lintas.

"Ini saya rasa cukup membantu, terutama bagi penumpang angkutan umum yang setiap pagi komuter bergerak dari arah kota-kota di sekitar Jakarta, masuk Jakarta," pungkasnya.



Simak Video "Hari Kedua Penerapan Ganjil-Genap, Polisi Masih Dapati Pelanggar"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com