Senin, 15 Jun 2020 15:57 WIB

Viral Jalur Sepeda Sementara Disingkirkan Aparat, Ini Penjelasannya

Luthfi Anshori - detikOto
Petugas TNI dan Polisi menyingkirkan jalur sepeda sementara Jalur sepeda sementara disingkirkan petugas TNI dan Polisi.Foto: Instagram @b2w_indonesia
Jakarta -

Sebuah unggahan video di instagram memperlihatkan petugas TNI dan Polisi sedang menyingkirkan barisan cone, yang sedianya bakal digunakan sebagai jalur sepeda sementara.

Seperti dilihat detikOto pada unggahan video di akun instagram resmi bike to work Indonesia, Senin (15/6/2020), sejumlah anggota TNI dan Polisi menyingkirkan cone ke trotoar.

"Iya (itu terjadi) beberapa titik di (jalan) Sudirman-Thamrin, tepatnya rute dari bunderan Senayan ke bunderan HI," kata Ketua Komunitas Bike To Work (B2W), Poetoet Soedarjanto, melalui sambungan telepon kepada detikOto, Senin (15/6/2020).

Menurut Poetoet, cone-cone tersebut memang sengaja dipasang sebagai pop-up bike lane atau jalur khusus pesepeda. Inisiasi itu datang dari komunitas pesepeda dan forum transportasi yang kemudian dapat respons positif dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Akhirnya, kemarin Dishub DKI Jakarta memasang barisan pembatas itu.

"Jadi bukan kami yang menyiapkan. Kami membantu Dishub DKI atas dorongan kami. Jadi kami mengadvokasi ke Pemprov DKI untuk membuat pop-up bike lane bersama teman-teman ITDP dan FDTJ. Nah direspons positif oleh Pemprov melalui Dinas Perhubungan," lanjut Poetoet.

"Beberapa hari lalu saya ada meeting dengan Kadishub, ini juga semata-mata untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran COVID-19, karena angkutan umum masih dibatasi," katanya lagi.

Menurut Poetoet pemasangan pop-up bike lane ini semata-mata untuk membantu memberi rasa aman dan nyaman bagi para pesepeda di ibu kota Jakarta. Jalur sepeda sementara dengan panjang lebih dari 5 km dan lebar lebih dari 2 meter itu sudah dibuat dan digunakan sejak kemarin (14/6) sebagai pengganti kegiatan CFD (Car Free Day).

"Jadi baru kemarin kami bersama Dishub memasang pop-up bike lane itu. Tapi baru sehari udah di-protolin," ujar Poetoet.

Poetoet menambahkan, alasan disingkirkannya pop-up bike lane tersebut karena ada mobil pejabat yang ingin melintas. "Jadi saya dapat bocoran katanya ada mobil pejabat negara yang mau lewat," jelas Poetoet.

Atas insiden itu, Poetoet mengatakan akan melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian dan pemda. "Nanti sore kami diundang rapat oleh Dishub DKI bersama Polda," tukas Poetoet.

Sebelumnya, Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) Indonesia, Bike to Work Indonesia (B2W Indonesia), dan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam membangun pop-up bike lane di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin.

"Jakarta bergabung dengan kota-kota lain di dunia seperti Bogota, Paris, Meksiko hingga Filipina, yang menghadirkan jalur sepeda sementara (pop-up bike lane) sebagai upaya memberikan fasilitas bagi moda alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yaitu sepeda, selama masa pandemi COVID-19".

Dijelaskan lagi, implementasi pop-up bike lane idealnya mencakup seluruh jaringan rute angkutan umum di DKI Jakarta, terutama 13 Koridor Transjakarta, yang masih beroperasi di masa transisi PSBB.

"Penyediaan fasilitas bersepeda yang aman dan humanis diharapkan mampu memberi alternatif substitusi bagi warga DKI Jakarta untuk tetap bermobilitas dengan aman," tulis pernyataan tersebut.



Simak Video "Sudirman-Thamrin Punya Jalur Sepeda, DKTJ Dorong Fasilitas Diperluas"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com