Rabu, 03 Jun 2020 10:46 WIB

Rugi saat Pandemi, Triumph PHK 400 Karyawan

Rizki Pratama - detikOto
Triumph Scrambler ala James Bond Triumph PHK karyawannya akibat merugi di tengah pandemi (autoblog)
Jakarta -

Triumph Motorcycles pekan ini mengumumkan bahwa sekitar 400 tenaga kerjanya secara global akan dirumahkan. Keputusan ini diambil menyusul penurunan permintaan sepeda motor berkapasitas mesin besar selama krisis virus Corona.

Saat ini merek motor asal Inggris itu tengah melakukan diskusi dengan karyawannya. Setidaknya 240 karyawan yang akan kehilangan status pekerjaannya berada di kantor pusat di Inggris.

Langkah ini dijelaskan sebagai upaya menjaga neraca keuangan merek itu agar dapat tetap bertahan di industri sepeda motor ini. Triumph saat ini mempekerjakan 2.500 personel di seluruh dunia dan memproduksi 60 ribu unti motor setiap tahun yang didistribusikan ke 650 cabangnya.

"Ini bukan hanya masa yang menantang bagi setiap orang sebagai individu, tetapi juga bagi perusahaan. Tidak ada bisnis yang dapat mengantisipasi skala krisis corona virus dan konsekuensi ekonominya," kata CEO Triumph Motorcycles, Nick Bloor.

Triumph merincikan kondisi bisnisnya selama tiga bulan terakhir. Penjualan motornya mengalami penurunan sebesar 40-65 persen di pasar utamanya seperti Prancis, Italia, Jerman, Amerika Serikat dan Inggris.

Meskipun ada penurunan kurva kasus positif virus Corona di berbagai area, Triumph memprediksikan permintaan pasar akan terus mengalami penurunan. Alasan itu pula yang menjadi landasan untuk mengurangi biaya operasional seperti pemecatan ini.

"Pandemi telah menyebabkan kerusakan signifikan pada pasar sepeda motor global dan sayangnya, kita harus merespons dan bereaksi sebagai lahan kerja yang bertanggung jawab dan sebagai bisnis yang berinvestasi untuk masa depan," lanjut Bloor.

Bloor mengakui bahwa kehilangan sumber daya manusia dalam perusahaannya bukanlah keputusan mudah. Tak dapat dipungkiri manusia merupakan sumber utama yang menjadi penggerak industri.

"Ini bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, terutama ketika mata pencaharian individu terkena dampak; namun sayangnya skala dampak Covid 19 mengharuskan kita untuk merestrukturisasi sekarang untuk melindungi kesehatan jangka panjang dan kesuksesan merek dan bisnis Triumph," tutupnya.



Simak Video "Per 7 Juli, Pemerintah Periksa 17.816 Spesimen Corona di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com