Dihantam Corona, Rental Mobil Berusia 100 Tahun Ini Bangkrut

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 26 Mei 2020 11:04 WIB
Sewa mobil perusahaan Hertz bangkrut
Perusahaan sewa mobil Hertz bangkrut Foto: Driving.ca
Jakarta -

Hertz, perusahaan rental mobil berusia 102 tahun dikabarkan bangkrut karena bisnis yang makin sepi lantaran pandemi virus Corona.

Mengutip CNN, Selasa (26/5/2020) Hertz telah mengajukan kebangkrutan sejak Jumat (22/5/2020) karena gagal membayar hutang atau mencapai kesepakatan dengan kreditor.

"Dampak keseluruhan dari krisis COVID-19 menghancurkan pendapatan kami," menurut laporan pengadilan yang ditandatangani oleh Jamere Jackson, seorang wakil presiden eksekutif dan kepala keuangan Hertz.

"Dampak Covid-19 pada permintaan penyewaan tiba-tiba dan dramatis, menyebabkan penurunan tiba-tiba dalam pendapatan perusahaan dan pemesanan di masa depan," kata pernyataan perusahaan.

Meski bangkrut namun perusahaan ini tetap beroperasi. Hertz mengatakan proses kebangkrutan akan memberinya restrukturisasi keuangan yang lebih kuat.

Sebelumnya perusahaan juga telah melakukan pemangkasan karyawan untuk membendung kerugian. Sebanyak 10 ribu karyawan di AS dan Kanada yang mewakili 26,3 persen di dunia.

Perusahaan ini memiliki total 568.000 kendaraan dan 12.400 lokasi perusahaan dan waralaba di seluruh dunia pada awal tahun ini. Sekitar sepertiga dari jumlah tersebut berada di bandara.

Sebagian besar dari bisnis non-airport Hertz adalah menyewakan mobil kepada orang-orang yang kendaraannya diperbaiki setelah kecelakaan.

Masalah di Hertz dan bisnis mobil sewaan secara keseluruhan adalah berita buruk bagi pabrikan mobil dunia. Perusahaan penyewaan mobil biasanya merupakan pembeli utama mobil baru. Tahun lalu mereka membeli 1,7 juta mobil AS, menurut Cox Automotive. Itu sama dengan 10% dari pembelian mobil baru AS.

Hertz sudah mengumumkan tidak akan membeli mobil baru untuk sisa tahun ini, dan bahwa ia mulai menjual kendaraannya sebagai mobil bekas. Pada awal Maret, ia telah menjual 41.000 mobil dari armada AS dan 13.000 lainnya dari armada Eropa. Tetapi berhentinya lelang serta dealer mobil bekas dan baru telah membuat penjualan armadanya berhenti total.



Simak Video "Usai Jual 'Odading', Thai Airways Obral 34 Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)