Selasa, 10 Des 2019 14:28 WIB

Keluarga Kusmajadi

Ujian Terbesar Keliling Indonesia Naik Truk, Antar Jenazah Pulang

M Luthfi Andika - detikOto
Keliling Indonesia Naik Truk Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi
Jakarta - Cerita keliling Indonesia menggunakan truk yang dilakukan keluarga Kusmajadi belum selesai. Namun hingga trip ketiga yang sudah dijalani oleh Abah Dodi Kusmajadi (47), Ambu Melati Muslaela Puteri (43), Abang Abdul Hakim Putra Kusmajadi (16) dan Dek Nara Sabiya Putri Kusmajadi (14), menyisakan satu cerita yang tidak pernah bisa dilupakan Keluarga Kusmjadi.

Yakni harus tertundanya trip ketiga yang menjelajahi Sulawesi dan Kalimantan. Padahal, mereka telah menyelesaikan separuh Sulawesi. Perjalanan harus ditunda karena harus mengantar kerabat dekat Wak Iyan yang meninggal dunia saat mengikuti perjalanan trip ketiga.



"Salam. Teman-teman kami mau menyampaikan berita duka. .

Sejak perjalanan Sulawesi yang dimulai 20 Oktober lalu, Keluarga Kusmajadi mendapatkan anggota baru. Kami didampingi oleh Wak Iyan, sahabat keluarga sejak dulu dan sudah seperti saudara. Beliau bergantian menyetir dengan Abah Dodi. Selain piawai menyetir, beliau juga 'handy man' sehingga sangat membantu kami di perjalanan. Wak Iyan juga ramah dan bersahabat. Semua orang yang kenal akan suka padanya.

Keluarga KusmajadiKeluarga Kusmajadi Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi


Atas kehendak Allah SWT, Wak Iyan meninggal dunia kemarin siang, hari Selasa, 26 November pukul 11.35 WITA di Lembah Bada, Poso, Sulawesi Tengah. Di usia 53 thn. Penyebabnya kemungkinan karena serangan jantung. Saat ini kami dalam perjalanan membawa jenazah beliau kembali ke Jakarta untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Garut. .

Wak Iyan meninggalkan dua putra dan satu istri. Kami amat kehilangan dan berduka cita sedalam-dalamnya. Mohon doanya bagi yang mengenal beliau.

Selamat jalan A Iyan, selamat jalan McGyver kami tercinta.

Note : Kami haturkan terimakasih yang sedalam-dalamnya pada semua pihak yang sudah membantu kami dalam pengurusan jenazah almarhum sejak di Lembah Bada, Tentena, Poso hingga sampai ke Palu dini hari ini. Terimakasih 🙏" tulis Keluarga Kusmajadi dalam media sosial miliknya.

[Gambas:Instagram]



Cerita serta pengalaman dan pelajaran hidup yang dialami Keluarga Kusmajadi tak akan bisa dilupakan.

"Kejadian waktu itu menjadi momen yang sangat terpukul bagi saya. Almarhum sudah saya anggap sebagai kakak kandung saya, saya bertiga bersaudara sudah kenal beliau sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP), beliau sudah seperti saudara. Kenapa waktu itu beliau ingin ikut, karena setelah trip pertama dan kedua, saya bertambah kurus hingga 7 kg padahal saya tidak sakit sama sekali. Alasan kedua, waktu itu memang saya perlu waktu untuk mengelola Intelektual pribadi kami, sehingga bersama beliau saya bisa bergantian saat berkendara, meskipun sebenarnya saya sangat menikmati berkendara," cerita Abah.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com