MotoGP Diwacanakan Punya Jendela Transfer seperti Sepakbola, Ini Alasannya

MotoGP Diwacanakan Punya Jendela Transfer seperti Sepakbola, Ini Alasannya

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 12 Agu 2026 20:14 WIB
MotoGP Diwacanakan Punya Jendela Transfer seperti Sepakbola, Ini Alasannya
Muncul wacana MotoGP punya bursa transfer khusus seperti sepakbola. Foto: Getty Images/Gold & Goose Photography
Jakarta -

MotoGP mulai membahas sistem yang selama ini identik dengan sepakbola: jendela transfer. Wacana ini muncul karena bursa pebalap MotoGP kini berlangsung makin cepat, bahkan banyak kesepakatan sudah tercapai sebelum musim dimulai.

Dikutip website GPOne, gagasan mengenai jendela transfer pebalap turut dibahas dalam rapat IRTA Management Council di Silverstone. Usulannya, pabrikan, juga tim hanya diperbolehkan secara resmi merekrut pebalap pada periode tertentu dalam satu musim. Di luar periode tersebut, kontrak baru tidak akan berlaku.

Wacana ini muncul karena pasar pebalap 2026 berlangsung sangat dini. Sejumlah pebalap bahkan telah menentukan masa depannya sebelum musim dimulai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fabio Quartararo menjadi salah satu contohnya. Ia telah menentukan kepindahannya ke Honda sejak musim dingin. Hal serupa juga terjadi pada Jorge Martin dan juga Pedro Acosta. Pengumuman resmi memang dilakukan belakangan, tetapi kesepakatan perpindahan mereka sudah diketahui lebih awal.

ADVERTISEMENT

Situasi tersebut membuat perhatian terhadap bursa pebalap terkadang lebih besar dibandingkan balapannya. Bagi tim, kondisi ini juga menimbulkan persoalan karena mereka bisa saja sudah mengetahui seorang pebalap akan pergi ketika musim baru saja dimulai.

Dampaknya bahkan dapat terasa dalam pengembangan motor. Salah satu contoh terjadi dalam sesi tes di Brno untuk motor baru 850 cc yang akan digunakan mulai 2027. Hanya sebagian pebalap yang mendapat kesempatan menguji motor baru, sekaligus ban yang akan digunakan pada musim berikutnya.

Karena itu, jendela transfer dianggap bisa menjadi solusi untuk mencegah kesepakatan terjadi terlalu jauh sebelum musim berjalan. Namun, penerapannya tidak semudah membuat aturan tertulis.

Jika kontrak hanya boleh ditandatangani dalam periode tertentu, bukan berarti tim dan pebalap tidak bisa mencapai kesepakatan secara informal sebelum periode tersebut. Apalagi ekosistem MotoGP jauh lebih kecil dibandingkan sepakbola, sehingga komunikasi antara pabrikan, tim, dan pebalap berlangsung sangat dekat.

Menurut GPOne, Yamaha disebut mendukung gagasan tersebut, sementara Ducati lebih skeptis. Artinya, konsep bursa transfer ala sepakbola di MotoGP masih membutuhkan pembahasan panjang sebelum benar-benar diterapkan.



(lua/dry)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads