Pemerintah Kejar Infrastruktur Jadi Berkah Bagi Penjualan Truk

Ruly Kurniawan - detikOto
Kamis, 24 Jan 2019 20:59 WIB
Mitsubishi Fuso Foto: Ruly Kurniawan/detikOto
Jakarta - Banyaknya pembangun infrastuktur di tanah air selama 2017 membuat produsen kendaraan niaga mengalami kenaikan penjualan. Mitsubishi Fuso misalnya, yang mencatat kenaikan performa penjualan sampai 20.8 persen.

Angka tersebut juga sekaligus mengokohkan PT Mitsubishi Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pemimpin pasar kendaraan niaga. Kontribusi produsen asal Jepang tersebut di segmen ini sampai 43.9% atau 51.132 unit.



Diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Jusuf Kalla selama empat tahun masa pemerintahannya telah membangun berbagai infrastuktur. Mulai dari jalan dan jembatan (khususnya tol), kereta api (peningkatan transit dan jalur), bandar udara, dan pelabuhan.

"Di segmen MDT (Medium Duty Truck) kita mengalami kenaikan signifikan 41.8% (5.811 unit) dibanding tahun lalu," kata Direktur Sales and Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Duljatmono di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Namun, Mitsubishi Fuso mengalami penurunan performa penjualan di segmen Heavy Duty Truck sampai 39.6% dibanding tahun 2017 (64 unit dari 106 unit).

Mitsubishi FusoMitsubishi Fuso Foto: Ruly Kurniawan/detikOto


Mitsubishi Fuso Fighter Terbaru

Melihat hal itu, pihak KTB meluncurkan varian baru di segmen MDT yakni Fighter. Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang sudah lebih dulu dijual di kawasan Sumatera tahun lalu ini dikeluarkan 9 varian (4x2, 6x2, 6x4, dan 6x4 tractor head).

"Alasan kita kenalkan di Sumatera dahulu karena pertumbuhan MTD sangat baik disana. Sebab, jarak tempuhnya jauh dan sedikit kendaraan (karena cukup ekstrem). Sehingga kita keluarkan di Sumatera untuk melihat feedback nya seperti apa, kuat hingga sampai mana. Karena tanggapannya baik, kita perkenalkan secara nasional," kata Duljatmono.

"Sebab Sumatera bisa merepresentasikan cangkupan area kendaraan ini," lanjutnya.

Fighter dilengkapi dengan berbagai unggulan seperti performa kuat namun efisien, standarisasi Euro 3 dengan sistem common rail dan dapat disesuaikan dengan bahan bakar Biodiesel B20, air suspension di jok yang menambah kenyamanan mengemudi, stir yang dilengkapi untuk meredam tabrakan, hingga runner telematic yang memungkinkan pemilik bisa mengelola armada secara real-time dimanapun dan kapanpun.



"Fighter memiliki standar euro 3 yang sesuai dengan bahan bakar Biodiesel B20 yang terbukti memiliki ekologi berkelanjutan. Kita sudah memasukkan double filter dan double water separator untuk hal ini. Jadi menggunakan B20 pun, mobil tak terlalu terkendala," ucap President Direktur KTB Atsushi Kurita.

Selain itu, mobil juga sudah menggunakan chassis lurus yang memudahkan pemilik dalam memasang berbagai karoseri. Rivet atau paku pengencang juga telah terletak di samping-samping frame chassis ditambah dengan soket/stop kontak kelistrikan tambahan.

Maka Fighter bisa digonta-ganti sesuai dengan kebutuhan seperti dump, box terbuka atau tertutup, flat bed, wing box, tangki, hi-blow, dan sebagainya.

Kendaraan tangguh ini dijual oleh pihak KTB mulai dari Rp 553 juta (untuk varian 4x2) hingga Rp 894 juta untuk varian tracktor head. Lebih detil, varian 6x2 dijual Rp 679 juta hingga Rp 696 juta dan varian 6x4 berbanderol Rp 784 juta sampai Rp 805 juta. Semua harga masih berstatus off the road di area Jabodetabek. (ruk/lth)