"Seperti para pedagang, catering atau beberapa perusahaan atau orang yang begerak di bidang tersebut gitu, di bidang penjualan jasa lah," ujarnya kepada detikOto, di Jakarta.
Gatot juga mengatakan bisa saja peraturan ini diakali dengan menggunakan dua kendaraan, dengan plat ganjil pada kendaraan yang satu, dan plat genap pada kendaraan yang lian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun walaupun akan menyulitkan sebagian masyarakat, Gatot juga mengatakan peraturan ganjil genap tersebut merupakan ide bagus.
"Untuk mengurangi jumlah pengguna kendaraan di jalan raya, mengurangi kemacetan, cukup bagus sih," ujar Gatot.
Gatot juga mengatakan tidak ada pengaruh yang berlebih kepada klub mobil tua atas peraturan ini.
"Biasa aja sih. Karena rata-rata dari klub sendiri beberapa sih yang daily driven dan mobil kaya gini (mobi tua) kan juga enggak setiap hari di pakenya," ujarnya.
Merebaknya taksi-taksi berbasis online menurut Gatot juga menjadi salah satu cara alternatif untuk mengahadapi peraturan tersebut.
"Jadi lebih praktis itu, jadi banyak yang beralih ke situ. Tinggal mesen, naik, turun, engga perlu capek-capek bawa mobil, engga pusing juga mikirin ganjil genap itu," tambah Gatot.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Bye Kartu Plastik! Pakai SIM Digital Tinggal Scan Barcode di HP