Pelat Ganjil Genap di Mata Komunitas Mobil Tua

Pelat Ganjil Genap di Mata Komunitas Mobil Tua

Khairul Imam Ghozali - detikOto
Senin, 01 Agu 2016 11:45 WIB
Pelat Ganjil Genap di Mata Komunitas Mobil Tua
Foto: Noval Dhwinuari/detikcom
Jakarta - Aturan pelat ganjil genap di jalanan ibukota mulai diuji coba. Di masa uji coba ini, jumlah pelanggar tiap harinya malah bertambah. Salah satu anggota klub Indonesia pre67 Beetle Gatot Purnama, menanggapi bahwa peraturan ini akan membuat kesulitan bagi masyarakat yang setiap harinya bekerja di kawasan uji coba.

"Seperti para pedagang, catering atau beberapa perusahaan atau orang yang begerak di bidang tersebut gitu, di bidang penjualan jasa lah," ujarnya kepada detikOto, di Jakarta.

Gatot juga mengatakan bisa saja peraturan ini diakali dengan menggunakan dua kendaraan, dengan plat ganjil pada kendaraan yang satu, dan plat genap pada kendaraan yang lian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kan cuman masalahnya begini, tidak semua orang punya dua kendaraan, enggak semua juga kan bisa beli dua mobil apa lagi, apa lagi yang di bidang jasa tadai saya bilang gitu," tutur Gatot.

Namun walaupun akan menyulitkan sebagian masyarakat, Gatot juga mengatakan peraturan ganjil genap tersebut merupakan ide bagus.

"Untuk mengurangi jumlah pengguna kendaraan di jalan raya, mengurangi kemacetan, cukup bagus sih," ujar Gatot.

Gatot juga mengatakan tidak ada pengaruh yang berlebih kepada klub mobil tua atas peraturan ini.

"Biasa aja sih. Karena rata-rata dari klub sendiri beberapa sih yang daily driven dan mobil kaya gini (mobi tua) kan juga enggak setiap hari di pakenya," ujarnya.

Merebaknya taksi-taksi berbasis online menurut Gatot juga menjadi salah satu cara alternatif untuk mengahadapi peraturan tersebut.

"Jadi lebih praktis itu, jadi banyak yang beralih ke situ. Tinggal mesen, naik, turun, engga perlu capek-capek bawa mobil, engga pusing juga mikirin ganjil genap itu," tambah Gatot.


(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads