Nah, Serva Transport System, sebuah perusahaan di Grabenstatt Bavaria mengembangkan sistem parkir otomotif untuk lahan terbatas seperti di bandara udara Internasional Dusseldorf, Jerman. Perusahaan itu bekerja sama dengan Institut Fraunhofer untuk Arus Material dan Logistik di Dortmund.
Dilansir dailymail, Sabtu (28/6/2014), STS menggunakan jasa robot yang disebut Ray untuk membantu pemilik mobil. STS mengklaim dengan cara parkir otomatis itu bisa menghemat lahan dan dapat memarkirkan 60 persen kendaraan lebih banyak daripada mobil diparkirkan oleh manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Scanner laser itu mampu membaca dimensi kendaraan dengan baik sehingga mobil tidak saling bergesekan satu sama lain saat dimasukkan ke dalam ruang parkir.
Setelah pemilik meninggalkan mobil di VTS, pemilik dipersilakan keluar mobil dan akan mendapat tiker parkir. Selanjutnya robot Ray mengambil mobil dan diparkirkan di tempat yang aman.
Robot Ray memiliki empat roda yang dapat berputar 360 derajat sehingga sangat fleksibel bergerak meski ruang parkir dalam kondisi padat.
Jika pemilik mobil ingin mengambil mobil, si pemilik cukup membayar parkir di tempat yang sudah disediakan di VTS, dan robot Ray akan mengantar mobil. Tentu ada jeda waktu pada sistem kerja Ray. Jadi si pemilik mobil harus bersabar menunggu.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?