Rencana itu makin nyata ketika bank lokal juga sudah mulai memikirkan hal ini sebagai salah satu bisnis pembiayaan baru dan Bank Pembangunan Asia (ADB) juga dikabarkan sudah bersedia membantu Manila Electric dalam upaya mereka untuk menumbuhkan pasar kendaraan listrik.
Dikutip dari autoevolution, Senin (19/8/2013) Manila Electric kini dikabarkan tengah mempersiapkan prototipe sekaligus SPBU listriknya di seluruh negeri.
ADB dikabarkan menyediakan dana pinjaman hingga US$ 300 juta untuk membantu Filipina untuk mendapatkan sekitar 100.000 kendaraan listrik di jalanan pada 2017.
Indonesia sendiri saat ini tengah mempersiapkan pengganti bajaj bertenaga listrik buatan Clean Motion, sebuah perusahaan asal Swedia. Kendaraan bernama ZBee sudah mulai dibangun di Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada pertengahan tahun inim Clean Motion sebagai produsen ZBee akan menggandeng industri manufaktur lokal di Banyuwangi, yaitu PT Lundin Industry Invest.
Dalam website resminya, Clean Motion menyebut potensi pasar kendaraan jenis ini di Indonesia mencapai 100.000 unit per tahun. Produksi ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan peremajaan bajaj yang sedang digiatkan Pemprov DKI Jakarta.
Kendaraan ZBee sendiri mempunyai efisiensi energi yang besar, sehingga bisa mengurangi emisi karbondioksida. Kendaraan ini diklaim sebagai solusi atas kemacetan di kota-kota besar yang semakin meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diperlukan infrastruktur khusus untuk pengisian baterai listriknya sebagaimana mobil listrik berkapasitas berat.
Semua kebutuhan pengisian baterai bisa didapatkan di toko-toko biasa. Kendaraan ini mampu menempuh jarak 50 km sebelum harus diisi kembali dayanya. Kecepatan mobil ini mencapai 45 km per jam.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun