Kematian di Jalan Banyak Terjadi di Negara Miskin dan Berkembang

Kematian di Jalan Banyak Terjadi di Negara Miskin dan Berkembang

- detikOto
Senin, 29 Jul 2013 11:49 WIB
Kematian di Jalan Banyak Terjadi di Negara Miskin dan Berkembang
Jakarta - Penyakit jantung, kanker dan diabetes terus menghantui dunia, namun kecelakaan di jalan juga patut diperhitungkan. Sebab, jalanan menjadi tempat tewasnya jutaan orang dan masuk dalam daftar sepuluh besar penyebab kematian di seluruh dunia.

Pada tahun 2000 sekitar 2.800 orang meninggal setiap hari akibat kecelakaan di jalan, namun pada tahun 2011 jumlah itu melonjak 25% menjadi 3.500.

Pertumbuhan penduduk dunia bisa menjadi faktor penyebabnya dan nomor berikutnya, orang mengemudi kendaraan itu sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ada pula anomali dimana tingkat kecelakaan mobil yang fatal ternyata meningkat lebih cepat dari pertumbuhan penduduk, bahkan jauh lebih cepat daripadapertumbuhan jumlah kendaraan yang terdaftar yang hanya tumbuh 15% dari tahun 2000 hingga 2011.

Jika kecenderungan ini terus berlanjut, kecelakaan mobil akan menjadi penyebab utama kematian kelima di dunia pada 2030. Demikian dilansir Quartz, Senin (29/7/2013).

Untuk menghindari hal ini sejumlah negara telah memperketat undang-undang lalu lintas mereka dengan membatasi kecepatan, mempromosikan penggunaan sabuk pengaman dan kesadaran tentang alkohol serta kesadaran penggunaan ponsel.

Tapi masalah infrastruktur yang buruk juga menyumbang peran disini. Jalan yang penuh sesak dengan infrastruktur yang tidak memadai meningkatkan resiko kecelakaan fatal secara signifikan.

Tragisnya, negara berpenghasilan rendah dan menengah ternyata menyumbang 92% kematian di jalan, padahal hanya menyumbang 53% dari kendaraan yang terdaftar pada tahun 2011.

Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, pejalan kaki adalah korban yang dikorbankan sebab pejalan kaki tidak diberikan infrastruktur yag memadai sehingga mereka sangat rentan tertabrak.

Di Afrika yang menampilkan tingkat tertinggi kematian di jalan kematian di dunia, 38% kematian terjadi di kalangan pejalan kaki.

Sementara negara berpendapatan tinggi telah berhasil mengekang jumlah kecelakaan mobil fatal di bawah 9%, 42 negara yang dianggap memiliki penghasilan tinggi dilaporkan berhasil melakukan penurunan jumlah kematian lalu lintas jalan antara 2007 dan 2010.

Dan yang lebih tragis, kematian di jalan menjadi momok bagi anak-anak muda di seluruh dunia karena menjadi salah satu penyebab utama kematian anak-anak muda berusia antara 15-29 tahun.

(syu/ikh)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads