Hal tersebut disampaikan Manajer Komunikasi dan Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia, Ridjal Mulyadi saat dihubungi detikoto, Senin (23/5/2011).
"Kami belum mendapatkan surat resmi mengenai hal tersebut, baik suplai unit kebutuhan sparepart belum ada masalah begitu juga dengan pengiriman dari sana tidak ada hambatan," ujarnya,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoosung memproduksi sekitar 70 persen cincin piston untuk mobil-mobil seperti sedan Hyundai Sonata, Hyundai Santa Fe, KIA K5, dan KIA Sportage.
Pasokan yang seret membuat mobil lain mengalami kesulitan produksi pada Jumat lalu.
"Biasanya kalau ada sesuatu hal yang terjadi di sana kami akan menerima surat resmi, kalau pun pabrik berhenti saya rasa ini tidak akan berefek langsung karena mereka pasti telah memiliki cadangan produksi untuk beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Sementara itu Presdir PT Hyundai Mobil Indonesia Jongkie D Sugiarto mengaku belum bisa mengomentari. "Belum ada kabar, bahkan saya belum mendengarnya, nanti sore saya kabari," ujarnya.
Di Korea, akibat produksi yang terhambat ini, indeks saham Korea (KOSPI) hari Senin 23 Mei 2011 berguguran dengan saham KIA dan Hyundai sebagai pendorongnya turunnya harga saham.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun