Isuzu Philippines Corporation (IPC) seperti detikOto kutip dari autoevolution, Selasa (19/4/2011) terpaksa harus menghentikan kegiatan perakitan kendaraan antara 18 April hingga 2 Mei mendatang.
Meski begitu, target pertumbuhan Isuzu disana yang dipatok di angka 17 persen masih diyakini akan dicapai. Executive Vice President IPC Yuki Kato menjelaskan meski Isuzu Motors tidak mengalami kerusakan akibat gempa bumi bulan Maret lalu, namun vendor komponen mereka banyak yang terkena bencana ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"No problem, memang ada beberapa pemasok yang kena tapi bisa di-cover," jelasnya.
Supranoto lalu menjelaskan bahwa gempa yang menimpa Jepang itu bulan lalu memang menimbulkan ketidak-pastian, namun kini, Supranoto menjamin bahwa efek negatif hal itu tidak akan begitu terasa.
"Jepang recover-nya sangat cepat. Memang April dan Mei masih agak terasa, tapi Juni-Juli nanti akan normal lagi. Tapi untuk di Indonesia itu tidak begitu terasa, sebab stok CKD kita masih cukup sambil menunggu mereka stabil," tandasnya.
(syu/ddn)










































