Kampanye recall itu dilakukan oleh distributor Nissan di Malaysia, Edaran Tan Chong Motor (ETCM). Alasannya, indikator bensin tidak bisa membaca secara akurat jumlah bensin yang ada di tangki.
Setelah diselidiki Nissan, ternyata ditemukan adanya masalah 'elektrokimia' pada resistor di indikator bensin. Masalah ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti lingkungan dan bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami. Kami memulai service campaign untuk semua kendaraan yang diproduksi selama periode tersebut meskipun tidak semua kendaraan mungkin akan terpengaruh," papar Direktur Eksekutif ETCM, Dato 'Dr Ang Bon Beng seperti detikOto kutip dari Paultan, Senin (18/4/2011).
"Penggantian komponen untuk ini bisa dilakukan kurang dari satu jam dan bebas biaya," pungkasnya.
Dan untuk mencegah mobil mogok di tengah jalan karena bensin yang tiba-tiba habis, padahal jarum indikator bensin masih menunjukkan Full, Nissan menyarankan para penggunanya untuk terus memantau langsung kesediaan bensin di tangki mereka dan menjaganya agar tetap ada.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya