Pemprov DKI sangat yakin, jika kemacetan di DKI bisa sedikit terurai dengan meredam pertumbuhan kendaraan. Namun tampaknya, Pemprov DKI tak berdaya membatasi kendaraan yang masuk ke Jakarta.
"Tapi kita belum mampu memberhentikan pemasukan kendaraan di DKI," ujar Deputi Gubernur DKI Bidang Transportasi Soetanto Soehodo dalam diskusi bertajuk 'Problematika dan Solusi Efektif Mengatasi Kemacetan Jakarta' di Hotel The Acacia, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk membatasi kendaraan bermotor DKI tidak punya kebijakan. Tidak ada aturan di DKI yang menyebutkan bahwa DKI bisa menghentikan pengiriman. Jadi bagaimana mungkin kita bisa mencegah pertumbuhan itu," katanya.
Pemandangan macet di Jakarta, bukti jelas bahwa infrastruktur jalan yang ada di Jakarta belum ideal untuk menampung volume kendaraan. Dari catatan Sutanto, penambahan jumlah kendaraan di Jakarta perharinya, 1.000 unit untuk motor dan 200 unit untuk mobil.
"Bisa dihitung luas mobil, dikalikan luas jalan. Itu sangat mengurangi kapasitas jalan," jelasnya.
Untuk itu Sutanto berharap, pemerintah pusat dan DKI bekerja sama mencari solusi yang terbaik. Karena, bicara transportasi semua harus sepakat bahwa ini adalah masalah prioritas.
"Mungkin tidak bisa diterapkan saat ini juga, tapi paling tidak dimulai dari sekarang," tegasnya.
(lia/syu)











































Komentar Terbanyak
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Populasi Meningkat, Muncul Usulan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan