Ambisi pemerintah China tersebut wajar, mengingat penggunaan mobil dengan nol emisi seperti mobil listrik akan membuat China lebih hijau, sekaligus memajukan industri mobil listrik lokal. Pemerintah Jerman, lewat Kanselir Angela Merkel sebelumnya juga pernah menegaskan akan menyediakan sekitar 1 juta mobil listrik pada tahun yang sama. Siapa yang lebih dulu bisa?
Menteri Sains dan Teknologi Cina, Wan Gang mengatakan, saat ini emisi gas buang mobil berbahan bakar minyak memberi sumbangan mencapai 70 persen dari jumlah polusi di kota-kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program kerja bareng antara Kementerian Sains dan Teknologi, Kementerian
Keuangan, Komisi Nasional Reformasi dan Pembangunan, serta Kementerian Industri dan Informasi.
"Proyek ini bertujuan untuk sarana transportasi umum dengan kendaraan listrik," ujar Wan, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/10/2010).
Sejak 2009, sebanyak Rp 11,52 miliar investasi digelontorkan untuk proyek mobil listrik tersebut.Β
Dana tersebut salah satunya akan membantu membangun baterai lokal, yang akan mampu memasok 150.000 mobil listrik pada bulan Oktober 2011. "Itu akan menjadi langkah besar bagi industri mobil listrik," ujarnya.
Selain berniat mengembangkan industri mobil ramah lingkungan, pemerintah juga mengatakan akan memperkuat dan memperbanyak transportasi publik di China untuk mereduksi masalah yang disebabkan makin meningkatnya jumlah kendaraan disana. Dua hal inilah yang menurut Wan akan menjadi prioritas China di sektor transportasi.
Untuk itu, proyek percontohan di 25 kota bertujuan untuk menggantikan kendaraan umum dengan kendaraan listrik untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik.
Dan itu langsung direspon positif oleh pasar. Sebanyak 8,5 miliar yuan atau sekitar Rp 11,4 triliun masuk ke industri mobil listrik sejak proyek tersebut dicanangkan. Bila proyek ini berhasil, besar kemungkinan China akan menjadi pasar mobil listrik terbesar di dunia.
Pemerintah China pada bulan Juli lalu juga sudah mengumumkan bahwa mereka akan memberi subsidi bagi masyarakat yang membeli mobil ramah lingkungan sebagai upaya untuk mengurangi emisi kendaraan.
Subsidi yang mencapai 60.000 yuan atau Rp 80,5 jutaan itu akan diberikan kepada pembeli kendaraan listrik di kota-kota percontohan seperti Shanghai, Changchun, Shenzhen, Hangzhou dan Hefei.
China sendiri kini menjadi pasar otomotif terbesar di dunia menggantikan Amerika Serikat. China tahun lalu mampu menjual 13,6 juta unit kendaraan dan diprediksi akan terus tumbuh.Β
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok