"Dalam setahun masyarakat Jakarta rugi Rp 5,5 triliun akibat kemacetan," ungkap Ahmad Safrudin dari koalisi warga untuk Transport Demand Management (TDM) di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (20/9/2010).
Bahkan menurut Departemen Perhubungan, kemacetan ini malah melahirkan kerugian yang lebih besar yakni hingga Rp 10 triliun. Sementara wakil presiden Boediono memprediksi angka kerugian yang lebih gila lagi yakni mencapai Rp 30 triliun akibat kemacetan di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simpelnya, pengendara yang melewati beberapa jalur protokol di Jakarta seperti jalan Sudirman-Thamrin nantinya akan dikenai pungutan.
"Dari Rp 5,5 triliun itu Rp 3 triliun masyarakat rugi akibat perawatan kendaraan ekstra, Rp 2,5 triliun akibat waktu yang terbuang," tambah anggota koalisi warga TDM, Ari Muhammad.
Nah dengan dipercepatnya penerapan ERP ini diharapkan volume kendaraan yang dipergunakan warga yang menjadi penyebab kemacetan dapat berkurang. Kemacetan pun diharapkan ikut sedikit berkurang.
"Karena selain kerugian waktu dan ekonomi, kemacetan di Jakarta juga memiliki dampak lingkungan yang buruk. Terutama karena polusi udara yang dikeluarkan kendaraan-kendaraan tadi. Diharapkan dengan penerapan ERP ini polusi udara bisa semakin berkurang," pungkas Ari. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi