Sebab tim GM ternyata telah datang ke Indonesia untuk mencari vendor-vendor lokal untuk mensuplai mobil yang berkode PM7 tersebut.
"Tim purchasing (pembelian) kami sudah datang kesini untuk mencari vendor lokal," ujar President of South East Asia Operation General Motors Martin Apfel di Bibliotheque, Sampoerna Strategic Square, Jakarta, (18/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengadakan market research terlebih dahulu, dan riset ini merupakan market research terbesar sepanjang sejarah kami," jelas Martin.
Martin mengatakan bahwa GM melalui Chevrolet menargetkan mobil anyar yang kemungkinan besar akan diluncurkan pada tahun 2012 ini dapat menggunakan hingga 80 persen local content agar bisa memberdayakan industri komponen Indonesia.
"Selain itu makin banyak local content yang digunakan, harga jual kendaraan pun akan lebih rendah tanpa mengurangi sisi kualitasnya," tegas Martin.
Minta Bantuan Pemerintah
Chevrolet pun berharap pemerintah dapat mendukung niat mereka untuk berinvestasi dalam pembangunan pabrik.
"Dan kami percaya Indonesia akan sangat membantu dalam hal ini," ujarnya.
Kepercayaan Martin tersebut dikarenakan sudah timbulnya kesadaran pemerintah Indonesia mengenai pentingnya investasi di sektor otomotif ini.
"Karena satu saja investasi di sektor otomotif, sedikitnya akan melahirkan 7 pekerjaan di sektor lain seperti diler, vendor dan lainnya," paparnya.
Terlebih Indonesia di mata investor luar masih terbilang sangat menjanjikan dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
"Saya sudah tanya ke bankers luar mengenai Indonesia dan semua bilang Indonesia sangat menjanjikan," ujarnya.
Dengan langkah ini, Martin berjanji bahwa di Indonesia mereka tidak hanya sekedar menjadi pedagang saja tapi juga akan bertindak sebagai manufaktur.
"Kami berdua Selasa pagi sudah datang ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dan respons mereka sangat baik. Kami berharap iklim investasi disini tetap baik dan mampu bekerja sama, untuk itu perlu sinergi antara pelaku usaha, kementerian industri, keuangan dan perdagangan agar semuanya lancar," papar Managing Director PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAI) Mukiat Sutikno di tempat yang sama.
Rencananya investasi yang akan mereka kucurkan tersebut akan digunakan untuk membangun pabrik perakitan di Pondok Ungu, Bekasi.
Di pabrik itulah, MPV PM7 akan mereka produksi untuk pasar Indonesia. "Pabrik di Bekasi ini adalah jawaban komitmen kita kepada market Indonesia," pungkas Martin.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit