"Kami siap (me-recall), tapi biarlah dulu kepolisian menyelidiki hal ini," ujar Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) Tommy R. Dwiandana ketika berbincang dengan detikOto.
Β
Penyelidikan sendiri dilakukan terkait kecelakaan maut yang melibatkan Toyota RAV4 di Rasuna Said 2 minggu lalu. Kecelakaan itu menelan korban jiwa hingga 3 orang dan 2 orang kritis.
"Kalau memang benar karena mobilnya, kami siap memperbaiki," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tikungan itu dan dalam kecepatan segitu, mobil apa pun dari merek apa pun kemungkinan besar pasti akan mengalami kecelakaan, tidak perlu pakai RAV4,"jelas Tommy.
Β
Apalagi RAV4 yang beredar di Indonesia menurut Tommy sama sekali lain dengan RAV4 yang direcall di Amerika dan China.
Jadi tidak ada hubungannya sama sekali. Jadi dalam kecelakaan ini faktor manusia dan jalan lebih banyak berperan.
Namun Polda Metro Jaya menenggarai selain karena faktor jalan dan manusia tadi, kemungkinan kesalahan malah ada di mobilnya, khususnya pada pedal gas. Sebab dari tes yang dilakukan, pengemudi negatif mengkonsumsi alkohol atau pun narkoba.
"Polisi saat ini masih menyelidiki kemungkinan kesalahan pada produksi Toyota RAV4 tersebut," ungkap Kepala Seksi Kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi kepada detikOto, beberapa waktu lalu.
Kecelakaan maut itu sendiri terjadi pada Jumat 26 Februari sekitar pukul 23.00 WIB. Mobil Toyota RAV4 bernopol B 8095 NL yang ditumpangi 5 remaja itu mengarah dari jalan layang Kuningan menuju Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat.
Saat membelok, kendaraan tersebut menghantam pembatas jalan hingga akhirnya mobil tersebut terhempas.
"Untungnya ada yang selamat, kita bisa tahu lebih detail mengenai keadaan sebelum kejadian dari dia," ujar Tommy.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta