"Indonesia di pasar otomotif Asia atau Asia Pasifik berpotensi menjadi number one. Dulu Thailand, sekarang Thailand ketidakpastiannya lebih besar dari Indonesia," ujar Ketua Gaikindo yang juga Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela Toyota Eco Youth di Jakarta (7/3/2010).
Saingan RI di pasar Asia itu menurut Johnny sudah tidak terlalu menarik karena faktor politik tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pasar mobil terbesar dunia ada di China, Amerika dan India. Dari sisi populasi penduduknya mestinya Indonesia berada di urutan kelima.
"Mestinya Indonesia no 5,Β mestinya negara yang populasinya tinggi kendaraannya banyak," ujarnya.
Namun untuk bisa mengalahkan Thailand, Johnny menuturkan pemerintah harus melihat kesempatan ini dengan memberikan kepastian infrastruktur, regulasi, dan memberi insentif"
"Indonesia sangat potensial di ASEAN. Melihat kesempatan ini, pemerintah harus memanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan memberikan janji, tapi kepastian," ujarnya.
Pembebasan pajak ataupun insentif pajak merupakan daya tarik atau pemanis bagi investasi di bidang otomotif.
Toyota Eco Youth
Sementara itu, kontes lingkungan hidup Toyota Eco Youth kelima akhirnya dimenangkan oleh SMA Semen Gresik untuk kategori A. Sementara itu SMA 21 Makassar berhasil merebut juara pertama Program Toyota Eco Youth 5 kategori B.
Acara pengumuman pemenang yang bertempat di Jakarta Convention Center berbarengan dengan Penutupan Eco Product International Fair 2010 hari ini 7 Maret 2010 dihadiri oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Gusti Muhammad Hatta.
Toyota Eco Youth (TEY) merupakan upaya Toyota Indonesia untuk memberi sumbangan di bidang lingkungan hidup bagi bangsa dan negara Indonesia. Program berbentuk kontes kepedulian lingkungan ini melibatkan siswa di 22 SMA/SMK yang tersebar di 18 kota dari Sabang hingga Merauke sebagai peserta.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?