Penjualan Turun, Toyota Stop Produksi

Dampak Recall

Penjualan Turun, Toyota Stop Produksi

- detikOto
Senin, 22 Feb 2010 15:25 WIB
Penjualan Turun, Toyota Stop Produksi
Jakarta - Permasalahan Toyota Motor Corp ternyata belum juga mereda. Akibat aksi recall global, Toyota di Amerika dan Inggris sampai harus memberhentikan produksinya, karena permintaan produknya yang menurun.

Pada hari selasa lalu, Toyota mengumumkan akan menghentikan sementara produksi di dua pabrik mereka di San Antonio, Texas dan Georgetown, Kentucky di Amerika demi melakukan penyesuaian terhadap permintaan produk-produk mereka.

Pabrik di San Antonio dimana truk Tundra diproduksi, akan berhenti selama
minggu-minggu antara tanggal 15 Maret dan 12 April. Selain itu, Camry, Avalon, Venza di pabrik Georgetown pun akan diberhentikan sementara 26 Februari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota kehilangan sekitar 20.000 unit penjualan pada bulan Januari sebagai
akibat langsung dari recall dan penghentian penjualan berikutnya, dan bsecara global kehilangan sekitar 100.000 unit penjualannya.

Sementara di Inggris, Toyota terpaksa menutup pusat perakitannya di Derbyshire dan pabrik mesin Deeside, sebagai dampak langsung dari penurunan penjualan mereka karena aksi recall tersebut.

Pada awalnya, Toyota memang tidak berniat untuk menyetop produksinya di Eropa, akan tetapi menyusul sentimen negatif publik membuat penjualan mereka menurun dan memaksa produsen Jepang tersebut melakukan hal tersebut.

"Recall adalah salah satu masalah yang mempengaruhi itu, tetapi ada
faktor-faktor pasar spesifik lainnya," ujar juru bicara Toyota, seperti dilansir Autoevolution, Senin (22/2/2010).

Awalnya, pabrik Toyota di Inggris dijadwalkan untuk menghentikan produksi selama empat hari, mulai 29 Maret, namun sekarang diperpanjang seminggu, hingga akan berakhir pada 5 April.

Bagi para pekerja, selama pabrik ditutup, lebih merupakan kesepakatan sukarela, apakah mereka ingin datang untuk bekerja, dan kalau tidak, mereka bisa mengisinya dengan pelatihan-pelatihan.

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads