Tahun 2008 lalu misalnya, orang-orang biasanya ramai membeli spare part sebulan sebelum libur lebaran, namun manisnya pasar onderdil di tahun lalu itu agak sulit tercicipi sekarang ini.
Hal itu diungkapkan Ibu Djoni, pemilik Gaya Abadi Motor yang terletak di pusat onderdil mobil ITC Fatmawati, Jakarta Selatan ketika ditemui detikOto beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
banyak yang ganti onderdil mobilnya," ucapnya.
Tingginya harga sparepart membuat konsumen enggan mengganti spare part jenis fast moving atau spare part yang diganti secara berkala.
"Harganya mahal, jadi konsumen lebih nahan untuk ganti. Kebanyakan konsumen
memakai barang yang masih ada dan bisa dipakai untuk sementara," jujurnya.
Ibu Djoni mengakui beberapa sparepart yang dijualnya sudah naik harga
di pertengahan Agustus 2009. Dan kenaikan itu sekitar 10 sampai 15 persen.
"Kenaikan 10 sampai 15 persen dan itu terjadi pada pertengahan Agustus 2009," ujarnya.
Adapun beberapa item seperti kopling, ball join, terod dan beberapa sparepart lainnya. Selain itu banyaknya pengguna mobil baru dinilai ibu Djoni membuat bisnis onderdil mengalami stuk.
"Sekarang kan juga banyak yang gunakan mobil baru, itu juga bisa menjadi kendala," ngenesnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?