Sebab untuk terus menjalankan kedua merek asal Inggris yang dibeli seharga US$ 2,3 miliar ini, Tata bahkan sampai keteteran dan saat ini Tata Motor dilaporkan sedang mencari dana tambahan untuk terus menghidupi keduanya.
"Kami sedang membicarakan masalah ini dengan empat bank. Dan melakukan diskusi dengan beberapa orang lain. Kami berharap masalah ini akan selesai dalam beberapa minggu ke depan," ungkap Vice Chairman Tata Motor, Ravi Kant, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
goncang dengan produk super murahnya yakni Tata. Sebab minggu lalu, Tata juga
sudah mengumumkan bahwa perusahaannya mengalami kerugian hingga 3,29 miliar
rupee atau sekitar US$ 67,4 juta.
Padahal sebelumnya Tata sangat yakin kedua merek ini dapat menggebrak pasar India. Terlebih di pertengahan tahun 2009 ini keduanya membawa masing-masing tiga model untuk dijual secara resmi di India.
Jaguar ketika itu membawa Jaguar XF, XFR dan XKR, sedangkan Land Rover membawa
Rover Discovery 3, Range Rover Sport dan Range Rover basic. Keenam model terbaru itu dijual dengan harga 6,3 juta rupee atau sekitar US$ 131.000 hingga 9,2 juta rupee di showroom mereka di Mumbai.
"Peluncuran ini menandakan munculnya jenis baru kendaraan di India," ujar Chairman Tata Group Ratan Tata ketika peluncuran.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Usulan Biar Pemprov DKI Tetap Dapat Pemasukan meski Pajak EV Rp 0