Hal itu dilakukan karena mesin yang diuji oleh BPPT saat ini adalah mesin China yang pertama dipasang dan diserahkan ke Dephub. Sedangkan hasil produksi anak negeri yakni Rusnas baru mulai dipasangkan ke GEA di akhir 2008 silam.
"Jadi kita akan segera melakukan by pass untuk Rusnas agar sertifikasi produksi massal dari Dephub dapat segera keluar," ungkap Koordinator RUSNAS Engine (Riset Unggulan Strategis Nasional) dari BPPT Dr. Nyoman Jujur kepada detikOto, Selasa (31/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi aksi by pass sangat dimungkinkan," ujarnya.
Apalagi BPPT sendiri saat ini memang sudah melakukan uji coba mesin Rusnas secara internal dan bahkan sudah bisa mereka memproduksi sendiri di sebuah pabrik di kota Tegal, Jawa Tengah.
"Nah karena itulah proses pengujian mesin sesuai kemauan dan standar Dephub bisa kita percepat," tukasnya.
Nyoman pun menuturkan bahwa penggunaan mesin Rusnas pada GEA adalah sebuah hal yang mutlak untuk dilakukan. Karena itulah masyarakat tidak perlu khawatir mesin ini akan terdepak oleh mesin buatan negara lain.
"Sebab PT Inka yang memproduksi GEA kan memang sudah berkomitmen akan
menggunakan mesin buatan lokal, jadi tidak perlu khawatir," ucapnya.
Nyoman pun berjanji bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melanggengkan lahirnya mobil nasional Indonesia tersebut dan akan berusaha pula meminimalisasi setiap kendala yang mungkin dihadapi.
"Kita akan pro aktif dalam pengujian ini supaya sertifikasi segera dapat keluar," tuturnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB