Memahami Rem ABS, Kenapa Bisa Lebih Aman dan Mahal?

Rizki Pratama - detikOto
Selasa, 15 Des 2020 06:33 WIB
HSR Wheel luncurkan RAI-S2.
Mengenal rem ABS. (Rizki Pratama/detikOto)
Jakarta -

Hampir setiap mobil kini menyediakan opsi pengeram ABS dan non-ABS. Pilihan ABS memang biasanya sedikit lebih mahal karena menggunakan teknologi pengeraman yang lebih mumpuni, tapi apa bedanya dengan yang tanpa ABS?

Dilihat di situs Daihatsu, Sistem pengereman dari Anti-lock Braking System atau ABS memiliki banyak keuntungan. Umumnya, sistem pengereman yang diterapkan pada setiap kendaraan bermotor terdiri dari dua macam, yakni pengereman terstruktur dan mendadak.

Komponen rem yang telah menggaet sistem ABS diklaim menjadi lebih stabil pada dua kasus pengereman tersebut. Pada intinya perbedaan ABS dan non ABS terletak pada sistem kerjanya, di mana ABS akan menghindari roda kendaraan langsung terkunci yang disebabkan pengereman yang keras. Soalnya, roda yang langsung terkunci bisa menyebabkan hilangnya keseimbangan dan selip pada ban.

Sistem kerja ABS melibatkan beberapa sensor di tiap rodanya. Sensor tersebut saling terhubung pada ECU (Electronic Controller Unit) yang bertugas untuk mengatur besaran tekanan rem pada masing masing ban.

Kapiler rem pada sistem ABS tidak langsung digigit penuh, namun didorong serta dilepaskan secara cepat. Dalam satu detik, perbedaan ABS dan non ABS bisa dilihat dari kapiler rem ABS yang ditekan dan dilepaskan sekitar 60 kali.

Sistem Anti-lock Braking System (ABS) akan secara otomatis melonggarkan tekanan fluida (minyak rem) yang membuat piston akan tertarik. Pada akhirnya menghindarkan ban dari terkunci penuh yang justru memunculkan potensi bahaya lain.

Meski terbilang canggih, sistem ABS yang diadopsi oleh beberapa kendaraan tidak membutuhkan perawatan spesial namun hanya diperlukan perhatian layaknya kendaraan seperti biasa.



Simak Video "Di Jepang, Kakek-Nenek Dilatih Agar Aman Berkendara"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)