Tips Memilih Oli Mesin Mobil yang Tepat

M Luthfi Andika - detikOto
Sabtu, 12 Des 2020 09:33 WIB
Infografis Memilih Pelumas berdasarkan umur kendaraan
Ilustrasi oli atau pelumas mesin Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta -

Pelumas atau oli mesin merupakan peranti penting untuk tetap menjaga mobil detikers tetap prima. Nah kali ini detikOto kembali ingatkan bagaimana cara memilih oli atau pelumas yang tepat untuk mobil kesayangan detikers.

Dikutip mobil.co.id, langkah paling tepat mengetahui jenis pelumas atau oli yang tepat untuk mobil detikers ialah melihat buku petunjuk atau buku manual yang diberikan pabrikan saat detikers melakukan pembelian mobil.

Jika informasi ini dirasa terlalu membingungkan, jangan khawatir. Berikut adalah pembahasan dasar mengenai oli mesin menurut pelumas Mobil1.

1. Mengenal kekentalan oli atau Viskositas

Seperti madu dan air, saat keduanya dituang dari gelas, kedua cairan tersebut akan mengalir dengan kecepatan yang berbeda. Itulah yang disebut viskositas atau kekentalan. Untuk oli mesin, kekentalan atau viskositas lah yang menentukan seberapa cepat oli mengalir dan melindungi mesin. Semakin tinggi angkanya menandakan semakin tinggi tingkat viskositasnya, dan oli akan semakin kental serta semakin lambat lajur alirnya.

Viskositas yang terlalu tinggi akan mengakibatkan mesin menjadi kurang responsif. Hal tersebut akan membuat mobil Anda boros bensin karena diperlukan energi lebih agar oli bisa mencapai area mesin yang penting. Kebanyakan mobil zaman sekarang membutuhkan oli mesin yang lebih 'ringan'. Jadi, oli dengan viskositas rendah seperti 0W-40 adalah pilihan tepat untuk efisiensi bensin dan mesin mobil.

2. Tipe Oli Mesin

Ya, terdapat beberapa jenis oli mesin di luar sana! Anda bisa menemukan oli yang pas untuk mesin mobil Anda dengan melihat buku manual. Namun Anda juga perlu memahami perbedaan dasar antara oli full synthetic, semi-sintetis, dan oli konvensional.

Oli konvensional adalah oli yang memiliki ketahanan yang relatif rendah terhadap panas dan oksidasi. Oli ini rata-rata bisa tahan hingga 5.000 km. Artinya, Anda harus mengganti dengan oli mesin lebih sering -- Anda harus mengorbankan biaya dan waktu.

Namun, jika mesin Anda sudah tua dan selalu menggunakan oli konvensional, dengan terus menggunakan oli ini juga akan memberikan proteksi yang berguna bagi mesin mobil.

Oli full sintetis bisa bertahan hingga lebih dari 10.000 km dan sangat tahan terhadap panas dan oksidasi. Dengan interval penggantian oli yang lebih lama, Anda tidak perlu terlalu sering membawa mobil ke bengkel.

Karena lebih "licin", oli sintetis memiliki sifat anti-gesek yang lebih dari oli konvensional. Selain membuat mesin yang lebih responsif dan bensin yang lebih awet, oli ini juga membantu memperpanjang umur mesin mobil.

Jika Anda membeli mobil baru yang sudah dilindungi dengan oli mesin sintetis, gunakan oli sintetis Mobil 1 untuk membuat performa mobil Anda selalu dalam kondisi yang prima seperti baru

Oli semi sintetis mengandung manfaat dari oli mineral dan oli sintetis. Dengan kata lain, oli yang satu ini merupakan gabungan dari kedua oli tersebut. Pelajari lebih lanjut tentang beberapa jenis oli dan fungsinya untuk mesin mobil Anda Secara umum.

3. Spesifikasi OEM

Ketahuilah bahwa meskipun viskositasnya sama, tidak semua merek oli mesin memiliki tingkat sertifikasi yang sama. Sehingga disarankan untuk menggunakan pelumas atau oli yang sesuai dengan spesifikasi mobil.

4. Sertifikasi

Detikers juga diingatkan untuk bisa memilih oli atau pelumas yang tersertifikasi seperti:

- API (American Petroleum Institute)
- ACEA (Association of Certified European Automakers
- ILSAC (International Lubricant Standardization and Approval Committee)



Simak Video "Pembersihan Tumpahan Oli di Cibubur, Lalin Sempat Tersendat"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)