Wajib Tahu 5 Hal Ini Kalau Lewat Jalan Tol

Rizki Pratama - detikOto
Minggu, 08 Nov 2020 10:57 WIB
Jalan Tol
Tips berkendara di jalan tol yang aman. Foto: Jalan Tol (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Jalan tol terus bertambah untuk mengakomodir kebutuhan jalan bebas hambatan di kota besar yang semakin padat. Setiap hari juga ada pengendara baru yang pertama kali menjajal jalan tol.

Bagi yang belum tahu, jalan tol dan jalan biasa itu tidak sama. Ada beberapa hal yang perlu diketahui demi menjaga keselamatan diri sendiri, penumpang dan pengguna jalan tol lainnya.

Merunut tips dari Auto2000, ada 5 hal yang wajib diketahui pengguna jalan tol. Apa saja 5 hal tersebut? Simak penjelasannya di bawah.

1. Lajur Kanan untuk Mendahului

Kalau satu ini tentu sudah menjadi pengetahuan wajib pengguna jalan di Indonesia. Sama seperti di jalan biasa, mendahului juga dianjurkan dan lebih aman melalui jalur cepat atau lajur paling kanan.

Di jalan tol pun juga selalu terpasang plang yang memberitahukan lajur kanan digunakan untuk mendahului. Sebaliknya jika berkendara dalam kecepatan relatif lambat, gunakanlah lajur lambat agar aman dan lalu lintas lancar

Pengelola jalan tol selalu memasang plang yang menyebut bahwa lajur kanan hanya digunakan untuk mendahului. Artinya, jika Anda berkendara lebih lambat, maka jangan pernah berada di kanan. Bukan cuma untuk keselamatan, hal ini juga demi kelancaran lalulintas.

2. Bahu Jalan Untuk Darurat

Di paling kiri jalan tol ada yang namanya bahu jalan. Ini digunakan untuk keadaan darurat, bukan untuk mendahului mentang-mentang kerap kali sisi ini dikosongkan.

Seperti yang disebutkan di atas jalur ini digunakan untuk keadaan darurat di mana mobil yang mengalami gangguan bisa berhenti. Jika anda mengambil risiko mendahului lewat jalur ini bisa jadi menabrak mobil yang sedang berhenti.

Tanda bahu jalan biasanya dipisah dengan garis putih tidak putus. Garis tidak putus seperti dalam aturan lalu lintas artinya tidak boleh dilewati.

Bagi anda yang benar-benar mengalami gangguan berkendara dapat menggunakan bahu jalan. Agar aman, nyalakan lampu hazar saat menepi atau tambahkan traffic cone di jarak yang cukup jauh dari belakang kendaraan.

3. Gunakan Layanan Derek dari Pengelola Tol

Sering juga ditemui ada oknum-oknum yang memberikan layanan derek di jalan tol dan malah merugikan diri sendiri. Jika tidak mau mengambil risiko, gunakanlah layanan derek yang sudah disediakan oleh pengelola jalan tol.

Petugas derek resmi dari pengelola jalan tol selalu berpatroli untuk menolong pengguna jalan tol yang mengalami hal seperti itu. Jika ada pihak lain yang menawarkan jasa derek dengan tarif tertentu maka hindari tawarannya. Sebab di dalam tol tidak diperbolehkan ada jasa derek lain yang berpotensi melakukan praktik pemerasan atau kejahatan lainnya.

4. Jumlah Rest Area

Persiapan berkendara seperti akan berhenti di mana juga perlu diingat. Kenali beberapa rest area dan rancang perjalanan anda sebaik mungkin agar perjalanan lancar.

Sejauh ini tidak bisa dipastikan keberadaan rest area di tiap berapa KM. Bahkan tol Jakarta-Cikampek yang hanya 73 km misalnya, hanya memiliki sekitar 7 lokasi atau rata-rata 13 km.

Perlu diketahui juga tidak semua jalan tol Indonesia memiliki rest area alias tempat peristirahatan. Contohnya adalah tol dalam kota Jakarta dan tentunya ruas-ruas tol yang menganut jalan layang, tidak akan ditemui tempat istirahat.

5. Area Rem Darurat

Emergency safety area atau juga disebut sebagai area rem darurat tersedia di beberapa jalan tol. Namun ingat, fasilitas tersebut tidak ada di seluruh tol yang ada di Indonesia.

Fasilitas ini biasanya hanya dibangun di tol yang memiliki banyak tanjakan dan jalan menurun. Area rem darurat berada di sisi kiri bahu jalan. Ingat, jangan pernah coba-coba berhenti di dekat area tersebut jika tidak dalam keadaan darurat.



Simak Video "Pengguna Jalan Tol Bisa Kena Denda, Bisa Juga Tuntut Balik Pengelola"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)