Bagian Mobil yang Harus Dicek Setelah Perjalanan Panjang ke Luar Kota

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 02 Nov 2020 17:56 WIB
Ban mobil Bridgestone punya teknologi Tire Damage Monitoring System
Periksa kondisi mobil setelah dipakai untuk libur panjang keluar kota. Foto: Carscoops
Jakarta -

Libur panjang di akhir pekan lalu membuat banyak pemilik kendaraan memanfaatkannya dengan melakukan road trip perjalanan jark jauh. Pulang dari lokasi wisata atau kampung halaman, sebaiknya kondisi mobil diperiksa demi memastikan tak ada kendala dan performanya tetap oke..

Jika anda punya cukup waktu dan tidak mau langsung ke bengkel, anda dapat mengidentifikasi kondisi mobil dulu sendiri di rumah. Bagian mobil paling utama yang harus diperiksa pascaperjalan jauh adalah ban.

"Pertama fokus pada yang paling banyak terpakai saat perjalan adalah roda. Kita harus melihat kondisi fisik dari ban apakah baik-baik saja seperti ada sobekan atau benda-benda seperti paku menancap," ujar Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna lewat sambungan telepon kepada detikcom, Senin (2/11/2020).

"Kedua adalah tekanan ban apakah kempes tau tidak. Jika tekanan salah satu ban sebelum dan setelah berangkat berbeda ada kemungkinan bocor halus bisa jadi saat di jalan kena benda tajam atau benturan yang menyebabkan pelek peyang dan ban tidak membungkus pelek dengan baik," lanjutya.

Selain pemeriksaan visual, rasakan juga rasa berkendara dengan mobil anda. Jika terasa bergetar kemungkinan mobil butuh balancing. "Berkaitan roda juga dapat diraksan saat berkendara apakah ada kelainan rasa. Misal saat dikendarai timbul getar berarti mungkin sebelumnya kena lubang atau ada sesuatu sehingga timah balance lepas sehingga ban itu menjadi tidak balance, berarti perlu balance ulang, imbuh Suparna.

Komponen mobil lain yang wajib diperiksa adalah sistem pengereman. Selain ban rem juga merupakan bagian yang sering digunakan dan berperan penting dalam keamanan berkendara. Pengecekan tahap awal bisa dilihat dari roda juga. Kalau minyak dekat ban atau pelek bisa jadi seal rem mengalami kebocoran.

"Misal basah minyak kita harus lihat kondisi seal rem roda, jangan-jangan karena kerja keras rusak sealnya berarti bocor. Itu biasanya nggak terlalu banyak tapi ke depan berbahaya itu bisa jadi sistem rem ada beban berat dan ada kuersakan tapi masih didin," jelasnya.

Setelah itu lihat juga kondisi minyak rem. Jika ada pengurangan signifikan sebelum dan setelah perjalanan besar kemungkinan minyak rem mengalami kebocoran.

"Jika di bawah low berarti ada juga kebocoran minyak rem. Saat direm bisa dideteksi apakah ada beda atau tidak seperti getar. Berarti kemarin kerja keras bisa jadi ada kerusakan sehingga getar. Bisa jadi saat belok banting kanan atau kiri berarti ada rem macet di salah satu roda" papar Suparna.

Terakhir yang tak kalah penting adalah oli mesin. Periksa kembali apakah kualitas dan kuantitas oli mesin masih dalam batas aman.

"Kalau meisn kembali ke awal, pertama adalah lihat apakah di meisn itu oli mesin volumenya masih di range normal atau tidak. Kalau di bawah normal berarti sebetulnya ada penguapan atau kebocoran itu perlu diperhatikan juga bisa ke depan tekor banyak dan meruksan mesin," Terangnya.

"Kedua adalah kualitas. Setelah dipakai jauh sekarang jadi butek berarti ada kebocoran kompresi yang akan memggagu kualitas oli jadi ada jelaga yang masuk ke oli dan itu berbahaya," pungkas Suparna



Simak Video "70 Ribu Kendaraan Tercatat Tinggalkan Jabodetabek via GT Cikampek"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)