Rabu, 25 Mar 2020 12:19 WIB

Hantavirus Trending, Ini Cara Mudah Agar Tikus Ogah Bersarang di Mobil

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi Mesin Mobil Ilustrasi mesin mobil Foto: shutterstock
Jakarta -

Hantavirus sempat nangkring di Google Trends, padahal virus itu sudah ditemukan beberapa tahun ke belakang dan kembali ramai diperbincangkan di tengah pandemi corona.

Namun hantavirus disebarkan oleh hewan pengerat (tikus) dan menyebabkan beragam penyakit pada manusia. Hantavirus ini menular dari tikus ke manusia lewat uap dari urin, tinja, ludah, dan gigitan. Namun demikian, manusia tidak bisa menularkan hantavirus ke manusia lainnya.

Tikus juga menjadi musuh bagi pemilik mobil, tak jarang hewan pengerat ini hinggap di kap mesin mobil dan menggerogoti komponen. Selain membawa penyakit, pemilik mobil pun bisa mengalami kerugian besar dengan membawa mobil ke bengkel akibat kehadiran tikus.

Untuk mencegah tikus masuk mobil, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan mobil secara rutin.

"Tentu saja menjaga mobil dan ruang mesinnya bersih. Kalau kondisinya itu bersih, tikus nggak terlalu suka," ujar Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna kepada detikoto.

Suparna mengatakan dengan ruangan yang bersih dan segar takkan bisa menarik minat para tikus untuk bersarang.

Pencegahan lain yang juga bisa dilakukan adalah memperhatikan lingkungan kondisi parkir. Seperti yang dikemukakan Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor Bambang Supriyadi.

Bambang menyarankan pemilik mobil tidak menyimpan kendaraaannya di tempat yang banyak sampah, seperti berdekatan dengan tempat sampah atau di lokasi yang terbuka, sebab hewan pengerat itu berpotensi masuk.

Ia menambahkan bila pemilik mobil tidak memarkirkan mobil di satu tempat dalam jangka waktu yang lama. Misal, mobil yang jarang dipakai dan ditaruh di dalam gudang.

"Jangan parkir dalam posisi yang sama dalam waktu yang panjang," kata Bambang kepada detikoto.

Bila ruang mesin terindikasi dihuni tikus, Bambang menyarankan bisa menggunakan kapur barus. Bahan yang dikenal dengan kamper ini, juga merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengusir tikus. Selain mudah didapat, penggunaannya pun tidaklah rumit.

"Dapat ditabur kapur barus di atas bagian yang hangat (transmisi atau mesin) untuk mengusir tikusnya," kata Bambang.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan cairan anti tikus yang biasa disemprotkan ke kap mobil. Namun Suparna tidak menyarankan hal tersebut."Boleh-boleh saja, tapi kalau bisa memastikan tidak rawan terbakar silahkan saja. Tetap yang paling efektif adalah menjaga kebersihan," ujarnya.

Mengutip Zing, alternatif lain yang bisa dilakukan adalah dengan meneteskan minyak esensial antitikus di sekitar kompartemen mobil, sebab kabarnya aroma ini membuat tikus enggan untuk mendekati mobil.



Simak Video "Hantavirus Trending di Twitter, Virus Apakah Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com