Iran Vs Amerika-Israel 'Panas', Cadangan BBM Buat Mudik Aman?

Iran Vs Amerika-Israel 'Panas', Cadangan BBM Buat Mudik Aman?

Retno Ayuningrum - detikOto
Kamis, 19 Mar 2026 16:09 WIB
Petugas SPBU Pertamina melakukan pengisian BBM pada mobil. (Dok. Pertamina Patra Niaga)
Foto: Ilustrasi Petugas SPBU Pertamina melakukan pengisian BBM pada mobil. (Dok. Pertamina Patra Niaga)
Jakarta -

Mudk 2026 tahun ini memang banyak cerita. Belum situasi Indonesia yang lagi tidak baik-baik aja dengan banyaknya pemecatan yang membuat daya beli menurun, kini para pemudik juga dihantui bayang-bayang sulitnya mendapatkan BBM akibat perang Iran vs Amerika-Israel yang terus memanas.

Tenang detikers, dikutip dari detikFinance, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung pastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik tetap aman menjelang Idul Fitri 2026. Saat ini, cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari.

"Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga keandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. Jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang minimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini," kata Yuliot dalam keterangannya, Kamis (29/3/2026) di KM379A.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuliot menambahkan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada tingkat yang aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari pembelian secara berlebihan atau panic buying.

ADVERTISEMENT
Lonjakan arus mudik Lebaran membuat SPBU Mundusari, Subang, Jawa Barat, dipadati pemudik, Kamis (19/3/2026). Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, tampak mengular di area pengisian bahan bakar.Lonjakan arus mudik Lebaran membuat SPBU Mundusari, Subang, Jawa Barat, dipadati pemudik, Kamis (19/3/2026). Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, tampak mengular di area pengisian bahan bakar. Foto: Muhammad Firman Maulana/detikfoto

"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah. Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin," jelas Yuliot.

Selain BBM, Yuliot juga memastikan bahwa pasokan listrik dalam kondisi terkendali. Ia menyebut daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak berada di angka 35 persen. Dengan demikian, masih tersedia cadangan atau risk margin sekitar 48 persen dari rata-rata kebutuhan harian.




(lth/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads