Viral Avanza Tabrak Besi Guardrail sampai Tembus Bodi, Ini Pelajaran Pentingnya

Viral Avanza Tabrak Besi Guardrail sampai Tembus Bodi, Ini Pelajaran Pentingnya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 19 Mar 2026 14:19 WIB
Avanza Nabrak Guardrail, Besi Pembatas Jalan Nembus Bodi Mobil
Avanza Nabrak Guardrail, Besi Pembatas Jalan Nembus Bodi Mobil. Foto: X sharpandshark.
Jakarta -

Video detik-detik Avanza menabrak guardrail di jalan tol viral di media sosial. Besi pembatas jalan itu sampai menembus ke belakang bodi mobil.

Kecelakaan itu terjadi di Tol Trans Jawa saat rekayasa lalu lintas searah atau one way diberlakukan. Dalam video yang beredar tersebut, tampak beberapa mobil sedang melaju di jalur one way di Tol Trans Jawa. Terlihat beberapa mobil berjalan di bahu jalan sebelah kanan.

Avanza silver yang awalnya melaju di lajur dua jalur one way (bersebelahan dengan bahu jalan) terlihat oleng dan tiba-tiba berbelok ke arah bahu jalan. Tak lama kemudian, Avanza silver yang terlihat keluar lajur tersebut menabrak guardrail atau besi pembatas jalan. Besi pembatas jalan itu sampai menembus bodi mobil Avanza. Besi tersebut juga menghantam barang-barang di atap kendaraan di belakangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diduga pengendara Avanza itu mengantuk sehingga oleng ke bahu jalan hingga menabrak besi pembatas. Anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian, mengatakan pengemudi harus menjaga dan mengendalikan kecepatan, terlebih dalam kondisi mudik yang melelahkan.

"Karena banyak muatan dan kondisi fisik yang tidak terbiasa jalan jauh, puasa dan siang hari bisa saja membuat menjadi lelah dan berkurangnya konsentrasi akibat jalur yang tidak biasa ini (one way). Capailah kecepatan yang masih bisa dikendalikan," ucap Reza kepada detikOto, Kamis (19/3/2026).

ADVERTISEMENT

Pelajaran Penting

Dari kecelakaan tragis ini, ada juga beberapa pelajaran penting yang bisa diambil, khususnya buat pemudik yang melintasi jalur one way. Soalnya, menurut Reza masih banyak pengendara yang kebingungan saat lewat jalur one way.

"Jalur one way ini masih banyak yang bingung sepertinya. Sebaiknya pengelola harus memberikan rambu yang jelas," kata Reza.

Menurut Reza, untuk berkendara di jalur one way, cara terbaiknya adalah tetap di lajur kiri yang dekat dengan pembatas beton. Sedangkan bahu jalan sebelah kanan seharusnya tetap difungsikan sebagai bahu jalan.

"Untuk di jalur one way, tetap jalan di kiri (yang dekat pembatas beton) kemudian jalur 2-nya adalah si mobil hitam dan awal dari mobil silver yang terlibat kecelakaan (sebelum oleng ke bahu jalan dan menabrak guardrail). Bahu jalan tetap berfungsi sebagai bahu jalan. Jalur ini yang harus dijelaskan dengan rambu agar pengguna jalan akan aman dengan jalanan yang menjelaskan," ujar Reza.

Jangan Sembarangan Lewat Bahu Jalan!

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, bahu jalan seharusnya tidak dijadikan alternatif jalur pemudik meski berlaku rekayasa one way.

"Di bahu kiri jalan aja bahaya karena memang bukan peruntukannya untuk nyusul atau ngebut apalagi di kanan jalan," kata Sony kepada detikOto, Kamis (19/3/2026).

Menurut Sony, sebaiknya pengemudi bijak menyikapi rekayasa oneway yang dibuat polisi dengan tujuan memperlancar arus lalu lintas sehingga pengemudi lebih sabar berkendara dalam menyelaraskan kecepatan dan jaga jarak. Apalagi, bahu jalan tidak dirancang untuk mengemudi dengan kecepatan tinggi.

"Bahu jalan tol punya perbedaan layer dengan jalan utama, berdebu dan terbuat dari campuran gravel sehingga licin, bisa membuat mobil selip. Bahu jalan tol juga memiliki kemiringan permukaan ke sisi luar (sistem drainase) sehingga setir sering tergiring ke arah luar. Bahu jalan tol banyak mobil berhenti ketika rusak, dan itu memang peruntukannya," beber Sony.




(rgr/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads