Rabu, 25 Des 2019 18:07 WIB

Untuk Keamanan, Jangan Jadikan Mobil Kasur Berjalan

Luthfi Anshori - detikOto
Ilustrasi bepergian dengan mobil.Foto: Luthfi Anshori/detikOto
Jakarta - Sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa pengendara mobil di Indonesia untuk meningkatkan kenyamanan mobilnya saat dipakai jarak jauh. Salah satu cara murah, mudah, dan sering dilakukan yakni dengan memasang kasur di kabin mobil.

"Memang menjadi suatu fenomena pada saat libur seperti ini semua orang mencoba membawa semua anggota keluarganya. Kadang kabin mobil jadi sempit, karena itu mereka mencoba memberi kenyamanan," bilang instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, kepada detikcom, Rabu (25/12/2019).



Untuk memberi kenyamanan lebih, pengendara biasanya akan mencopot jok-jok yang ada dan menggantinya dengan kasur atau matras, supaya penumpang anak-anak bisa bermain dan tidur secara nyaman di mobil. Meski membuat tingkat kenyamanan bertambah, namun dari sisi keamanan jelas sangat jauh berkurang.

"Perlu diketahui, ketika kita di jalan raya itu potensi kecelakaan tidak hanya dari tabrakan atau ditabrak. Tapi bisa saja terguling dan lain-lain. Nah, kalau seandainya terjadi kecelakaan, maka penumpang yang tidak terikat dan benda-benda yang tidak terikat di dalam mobil itu akan bergerak," terang Jusri.



Lanjut Jusri menjelaskan, orang dan benda-benda yang tidak terikat dengan tali atau seat belt, maka bisa bergerak dengan kekuatan momentum yang ada.

"Secara kasar bisa diilustrasikan, kalau dia nabrak pada kecepatan 100 km/jam. Maka orang dan benda-benda yang tidak terikat seperti tas atau kaleng, itu akan bergerak dengan kecepatan 100 km/jam. Padahal di saat yang sama kendaraan sudah berhenti," terang Jusri.



"Yang terjadi benda-benda itu akan menabrak batasan yang ada. Kaca, pilar A, pilar B, dan sebagainya. Dan itu bisa mematikan. Dan bahkan penumpangnya bisa terlempar dari mobil," ujar Jusri.

Maka itu, dari kaca mata safety driving sangat tidak direkomendasikan memasang kasur di dalam mobil untuk alasan memberi kenyamanan kepada penumpang. Terlebih pengendara mobil jarak jauh saat ini sudah dimanjakan dengan fasilitas infrastruktur tol yang memadai, sehingga punya kesempatan melaju dengan kecepatan tinggi.

Simak Video "Alasan Ruben Onsu Pilih Private Tur Ketimbang Tur Liburan dari Endorse"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com