Ganti Kampas Rem Belakang Grand Vitara

Ganti Kampas Rem Belakang Grand Vitara

- detikOto
Senin, 23 Nov 2009 10:04 WIB
Ganti Kampas Rem Belakang Grand Vitara
Jakarta - Siapa yang bisa menyangkal, kalau rem adalah piranti vital sebuah mobil? Nah, karenanya, sedikit saja ada keluhan pada rem, ada baiknya untuk diperiksa, diganti kalau memang sudah tidak layak pakai.

Nah, bagi pemilik mobil Suzuki Grand Vitara, terutama bila mengalami keluhan pada rem, terutama bagian belakangnya, tidak susah kok untuk memeriksa atau menggantinya sendiri di rumah.

Manager 4W Sales Marketing Brand II Suzuki Indomobil Motor, Bebin Djuana, mau sedikit berbagi ilmu, bagaimana cara memriksa atau mengganti kampas rem belakang Grand Vitara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama, tentunya harus melepas ban terlebih dahulu. Setelah itu, terlihat drum brake dengan dua lubang baut. Nah, untuk mengganti kampasnya, drum brake tersebut harus dilepas dengan cara membuka dua baut tersebut.

"Ada dua lubang baut, kalau tidak salah ukuran 10, tinggal dibuka saja, baru terlihat kampas remnya," papar Bebin.

Untuk membuka kampas rem, terdapat dua pin pengunci. Maka, kedua pin tersebut dilepaskan dengan hati-hati, karena terdapat per yang menyangga gerak kampas rem tersebut.

"Saat melepas kedua pin, hati-hati per nya jangan sampai mental," tambah Bebin.

Setelah semua beres, kampas pun tinggal dicopot. Bisa diperiksa, dibersihkan, bahkan diganti bila memang sudah tidak layak pakai. Biasanya sudah menempuh jarak 40.000 km, disarankan untuk diganti.

Proses pemasangan pun mudah, karena sebaliknya dari ketika melepas tadi. Hanya saja, saran Bebin, ada baiknya sebelum dipasang kembali, drum brake tersebut di bersihkan, agar pengereman lebih optimal.

"Bersihkan dengan kompresor, kalau tidak ada, pakai kuas juga bisa," ujarnya.

Terakhir, setelah dibersihkan, baik juga untuk meraba permukaan dalam drum brake, apakah masih licin atau terasa kasar. Saran Bebin, kalau kira-kira terasa kasar, lebih baik dibawa ke tukang bubut untuk dihaluskan kembali.

"Karena biasanya itu akibat kotoran yang tergerus di permukaan drum brake, itu bisa menyebabkan pengereman tidak optimal," pungkasnya.

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads