Garda Oto Racing Team, melalui pebalapnya Taqwa Fitra Eri, coba memberikan tips-tips mengenai hal-hal apa saja yang harus dihindarkan ketika kita mengemudi di jalan tol saat hujan deras.
Pertama, bila sedang di jalan tol, mungkin kita sering melihat para pengemudi menyalakan lampu hazard ketika hujan deras. Disarankan hal itu jangan dilakukan lagi, karena justru berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ketika mobil di depan melakukan pengereman, nyala lampu rem menjadi tidak kontras, karena lampu rem terhalang cahaya lampu hazard, sehingga terkadang kita justru tidak mengetahui kalau mobil di depan sedang melakukan pengereman.
"Menyalakan hazard justru malah membuat diri kita sendiri tidak aman," ujarnya ketika meemberikan presentasi Safety Driving, di gedung Garda Oto, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (14/11/2009)
Kedua, saat hujan deras di jalan tol, sebaiknya hindari lajur paling kanan. Konstruksi jalan tol biasanya tidak rata, melainkan sedikit cembung, yang berguna sebagai saluran air ketika hujan.
Sehingga, lajur paling kanan besar kemungkinan terjadi genangan air. Dalam kecepatan tinggi, genangan air bisa membuat traksi ban mobil hilang (aquaplaning), jadi kita tidak akan bisa mengendalikan laju mobil kita.
Selain itu, resiko terkena cipratan dari kendaraan yang berada di jalur lawan, sehingga menjadikan pandangan kita terhalang cipratan air tersebut. Secara reflek kita akan mengerem, itu bisa mengakibatkan tabrakan beruntun.
"Karena 80 persen kecelakaan di jalan tol terjadi di jalur kanan, apalagi saat kondisi hujan deras," papar Taqwa.
Terakhir bila hendak melintasi banjir, sebaiknya cari tau kedalaman genangan air tersebut. Apakah masih bisa dilewati atau tidak, yaitu dengan memperhatikan kendaraan di depan kita.
Bila kedalaman air masih setengah dari ban mobil kita, itu masih aman untuk dilewati. Atau seberapa tinggi knalpot mobil kita. Bila knalpot mobil belum tergenang, itu juga masih aman.
Jangan memaksakan untuk menerjang banjir bila memang keadaan tidak memungkinkan berdasarkan kedua hal diatas. Karena, yang namanya mesin, itu sangat rentan dari serangan air. (bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?