Mengenal Perbedaan Arus AC dan DC pada Lampu Motor

ADVERTISEMENT

Mengenal Perbedaan Arus AC dan DC pada Lampu Motor

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 24 Okt 2022 18:33 WIB
Mengenal perbedaan arus AC dan DC pada lampu sepeda motor
Foto: Dok. Philips Automotive Indonesia. Mengenal perbedaan arus AC dan DC pada lampu sepeda motor.
Jakarta -

Sistem kelistrikan pada sepeda motor terbagi dalam dua jenis, AC (Alternating Current) dan DC (Direct Current). Antara kelistrikan AC dan DC, keduanya memiliki perbedaan dan banyak orang awam yang masih bingung terkait perbedaan tersebut.

Dijelaskan Philips Automotive Indonesia dalam keterangannya, perbedaan sistem AC dan DC terlihat dari cahaya lampu. Pada kelistrikan AC bakal redup saat mesin sedang idle dan pada sistem DC akan langsung menyala ketika kontak dalam posisi on.

AC merupakan sistem kelistrikan yang mengandalkan gerakan poros engkol saja. Jadi, energi listrik yang dibutuhkan mengikuti putaran mesinnya. Pada motor yang menggunakan kelistrikan AC, energi listrik pada lampu depan akan disuplai langsung spul. Spul tersebut digerakkan oleh poros engkol dan seberapa besar arus yang diperlukan akan dikontrol oleh kiprok, agar bohlam tidak putus.

Selain itu, lampu depan motor yang menggunakan kelistrikan AC baru bisa menyala jika mesin telah dihidupkan. Besar kecilnya arus kelistrikan sangat bergantung pada putaran mesin motor (rpm).

Jika mesin berputar tidak cepat, maka lampu bagian depan akan meredup dan bahkan mati. Begitupun sebaliknya, jika mesin mengalami putaran, maka cahaya lampu akan terang.

Berbeda dengan sistem AC, kelistrikan DC energinya disuplai langsung oleh aki, dan kiprok fungsinya hanya mengisi dan menjaga kestabilan arus. Suplai listrik pada arus kelistrikan AC dari aki telah dialirkan ke semua komponen motor sebelum mesin kendaraan dinyalakan.

Oleh sebab itu, pada motor yang menggunakan kelistrikan DC, lampu bagian depannya akan menyala seketika saat kunci kontak diputar pada posisi on. Ketika mesin kendaraan dinyalakan, secara otomatis listrik akan bertambah dan nyala lampu tidak akan meredup.

Lampu depan juga akan terang secara maksimal meskipun tanpa putaran mesin. Namun, pada kelistrikan DC seperti ini, dibutuhkan arus pengisian yang lumayan besar supaya aki tidak tekor. Hal ini karena biasanya kapasitas ampere yang dibutuhkan lebih besar dari kapasitas sistem AC.

Pada arus DC umumnya telah dilengkapi model fullwave. Karena itu, segala energi listrik yang dibutuhkan telah disuplai oleh aki. Sedangkan spul hanya berfungsi mengisi arus yang mengalir ke aki.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa tidak semua motor yang menggunakan kelistrikan DC dilengkapi oleh fullwave. Tapi kalau arusnya telah fullwave, maka sudah bisa dipastikan motor tersebut menggunakan kelistrikan DC.

Pada dasarnya, semua sumber kelistrikan yang ada pada motor DC berasal dari aki. Spul hanya bertugas mengisi arus yang disalurkan ke aki. Tapi lampu depan motor DC zaman sekarang telah banyak yang menggunakan jenis LED (Light Emitting Diode).

Jika ada motor yang menggunakan lampu LED, maka bisa dipastikan motor tersebut menggunakan arus kelistrikan DC. Hal ini lantaran lampu jenis LED sangat membutuhkan kelistrikan yang stabil. Oleh karena itu, arus kelistrikan sangat mengandalkan listrik yang bersumber dari aki.

"Menyoal lampu LED, Philips Automotive kembali menghadirkan lampu untuk sepeda motor terbaru yang kompatibel dengan soket M5 yaitu Philips Ultinon Essential Moto LED M5 ini, tentunya dengan menawarkan cahaya yang lebih terang 100% dari lampu LED bawaan motor," jelas Marketing Manager Product Philips Automotive Indonesia, Sarah Aspih.

Sarah menjelaskan jika lampu Philips Ultinon Essential Moto LED M5 ini merupakan tipe replacement OEM atau lampu pengganti dari model standar yang menggunakan soket M5 yang banyak digunakan pada sepeda motor di Indonesia. Dengan catatan, lampu motor bawaan sudah menggunakan sistem arus DC (Direct Current).

Jika lampu standar motor masih pakai sistem arus AC, maka akan butuh sedikit ubahan pada sumber listriknya menjadi sistem DC untuk bisa memakai lampu ini. Lampu Philips Ultinon Essential Moto LED M5 ini juga sudah memenuhi standarisasi OEM dan sudah sesuai dengan spesifikasi standar motor yang beredar di Indonesia.

Adapun keunggulan dari lampu Philips Ultinon Essential Moto LED M5 ini antara lain, konsumsi daya yang hanya sebesar 6-watt saja. Pendaran cahaya LED pada lampu ini mencapai 6.500 kelvin dengan jumlah total titik LED ada 8 buah dan sudah dilengkapi dengan lampu dekat serta lampu jauh.

Lampu Philips Ultinon Essential Moto LED M5 diklaim tidak menyilaukan, artinya aman untuk pedestrian maupun pengendara dari lawan arah. "Lampu ini juga memiliki kelebihan tahan panas yang lebih baik dengan penggunaan normal di Indonesia. Daya tahan lampu ini juga sangat baik karena bisa mencapai lima tahun dengan pemakaian normal sehari-hari," tambah Sarah.



Simak Video "Biar Awet! Ini Cara Merawat Motor Matik di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT