Marak Begal di Jalan, Coba Cara Ini Biar Aman!

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 10 Mei 2022 20:12 WIB
TNI mengamankan begal Kebayoran Baru, Jaksel. (Sumber: situs web TNI AD)
TNI mengamankan begal Kebayoran Baru, Jaksel. (Sumber: situs web TNI AD)
Jakarta -

Maraknya kasus kriminal begal di jalan membuat kita sebagai pengendara motor wajib berhati-hati. Apalagi dalam beberapa kejadian, aksi begal ini berujung jatuhnya korban jiwa.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikcom kembali mengingatkan, agar kita menjadi pengendara yang cerdas agar bisa terhindar begal yang bisa membahayakan diri kita.

"Di sini kita hanya kembali mengingatkan, sebenarnya sangat penting dalam melakukan antisipasi-antipasi di jalanan. Kalau di jalan konsep kita bukan hanya soal keselamatan yang diperoleh dari perilaku tertib berlalu lintas, mementingkan empati. Di jalan raya ini juga harus berpikir mengenai keamanan dan harus mencangkupi kenyamanan berkendara juga," ucap Jusri.

Bentuk antisipasi-antisipasi pengendara bisa membuat pengendara lebih merasa aman saat berkendara.

"Keamanan di jalan tidak lepas dari kita menyikapi, berperilaku antisipatif. Untuk karena itu, seyogyanya berkendara motor itu tidak ada keamanan lebih seperti mobil yang mungkin kacanya sudah memiliki pelindung, sudah berkaca gelap dan lain-lain. Untuk itu manajemen perjalanan menjadi hal penting, apabila diri kita sudah oke (dalam keadaan sehat) dan sudah siap berkendara, manajemen perjalanan seperti mengatur waktu perjalanan dan rute perjalanan juga perlu dilakukan," kata Jusri.

Jusri menyebut para pelaku tindakan kriminal di jalan selalu mengelompokkan pengendara sebelum bertindak.

"Untuk itu kita harus mengetahui siapa target si pelaku tindak kejahatan tersebut. Mereka biasanya membagi pengendara di jalan menjadi dua kelompok, pengendara laki-laki dan wanita. Selain itu pelaku kejahatan di jalan juga mengindetifikasi berdasarkan umur, biasanya yang menjadi korban itu anak-anak dan manula. Pelaku kejahatan juga mengindentifikasi kejahatan berdasarkan barang yang kita bawa," Jusri menambahkan.

Dua TNI nyaris menjadi korban pembegalan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. korban yang merupakan anggota TNI melakukan perlawanan dengan menendang salah satu motor pelaku yang memepet motor kedua prajurit tersebut hingga terjatuh.Dua TNI nyaris menjadi korban pembegalan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. korban yang merupakan anggota TNI melakukan perlawanan dengan menendang salah satu motor pelaku yang memepet motor kedua prajurit tersebut hingga terjatuh. Foto: Nugroho Tri Laksono

Untuk itu, lanjut Jusri pengendara harus lebih cerdas dan memiliki strategi sebelum berkendara.

"Misalnya soal waktu, cenderung tindakan kriminal terjadi saat sepi, pagi dan malam hari, untuk itu kita sebagai pengendara harus menghindari hal tersebut dan mengatur waktu perjalanan. Biasanya para pelaku kejahatan ini memilih gender wanita untuk menjadi mangsa, untuk itu pengendara wanita disarankan agar tidak menunjukkan jati diri sebagai wanita, misalnya menggunakan sepatu hak tinggi, jaket pink atau helm pink sehingga sangat mencolok sebagai pengendara wanita," Jusri bicara.

"Begitu juga pemilihan umur, para pelaku tindak kriminal lebih memilih anak-anak dan manula, jika seperti ini pilih lah waktu ramai untuk berkendara dan hindari rute yang sepi, dan pelaku kejahatan juga baisanya mengindikasi dari barang yang kita bawa, untuk itu jangan pernah terlalu mencolok di jalanan atau mengeluarkan pnsel saat lampu merah, karena itu bisa mengundang pelaku kejahatan bertindak," tutup Jusri.



Simak Video "Cegah Mogok, Ini Ciri-ciri Aki di Motor Injeksi Mulai Lemah"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)