Terpaksa Mudik Naik Motor, Wajib Istirahat Setiap 2 Jam

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 23 Apr 2022 04:05 WIB
Mudik jadi momen yang ditunggu untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. Meski berbahaya, tak sedikit warga yang membawa anak untuk mudik naik motor.
Tak disarankan mudik menggunakan sepeda motor. Tapi berdasarkan survei, masih ada 17 juta pemudik yang pakai motor (Foto: Rengga Sancaya/detikcom).
Jakarta -

Sebenarnya, sepeda motor tidak disarankan untuk dipakai perjalanan jarak jauh apalagi mudik karena keamanannya. Namun, masih banyak pemudik yang memanfaatkan sepeda motor untuk pulang kampung.

Namun, berdasarkan survei, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal ada 17 juta sepeda motor yang digunakan oleh para pemudik. Ada berbagai alasan mengapa pemudik tetap nekad menggunakan sepeda motor. Salah satunya adalah alasan ekonomis dan fleksibel.

"Kalau Anda memaksa (mudik) naik motor, pahami konsekuensi-konsekuensi negatif. Nggak ada yang menjamin," ucap Praktisi keselamatan berkendara yang juga Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu kepada detikcom.

Menurut Jusri, alasan motor tidak aman digunakan untuk mudik adalah karena proteksinya yang tidak seperti mobil. Di mobil, pengendara dan penumpangnya terproteksi bodi, pintu, bumper sampai seatbelt.

Namun, jika terpaksa mudik menggunakan sepeda motor, Jusri menyarankan jangan ajak anak dan istri. Biarkan anak dan istri mudik menggunakan bus atau kereta.

Selanjutnya, jangan lakukan perjalanan di malam hari. Jusri menyarankan untuk melakukan perjalanan setelah salat subuh.

"Kemudian setiap 2 jam harus istirahat. Menjelang setiap salat-salat wajib, usahakan berhenti di musala satu jam atau 45 menit sebelum waktu tersebut. Dan gunakan waktunya untuk istirahat menjelang salat-salat wajib," kata Jusri.

"Kalau belum masuk salat fardu, lakukan salat sunah. Artinya perjalanan pada mudik ini mereka bisa memanfaatkan waktu istirahat sekaligus menjalankan ibadah. Ingat maksimal setiap 2 jam berhenti untuk menjaga kebugaran," tegasnya.

Selain itu, pastikan menggunakan perangkat keselamatan lengkap. Minimal pakai helm open face, tapi lebih ideal pakai helm full face. Jangan lupa juga pakai sarung tangan dan jaket minimal berbahan denim.

"Kecepatan sesuaikan kecepatan dengan kondisi. Kalau ramai turunkan kecepatan. Jangan melewati batas kecepatan maksimal. Karena setiap kenaikan kecepatan memberikan energi yang masif ketika terjadi benturan atau kecelakaan," ucapnya.

Simak juga 'Jokowi: 23 Juta Mobil Pribadi dan 7 Juta Motor Bakal Digunakan Mudik':

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)