ADVERTISEMENT

Mudik Naik Motor Paling Berbahaya, tapi Jutaan Orang Indonesia Masih Nekat

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 20 Apr 2022 12:33 WIB
ilustrasi mudik naik motor
Jutaan orang tidak menyadari bahayanya mudik naik motor (Foto: ilustrasi)
Jakarta -

Jutaan orang tidak menyadari bahayanya mudik naik sepeda motor. Diprediksi, masih ada banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, total akan ada 40 juta mobil dan motor yang digunakan masyarakat untuk mudik.

"Akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah," kata Presiden Joko Widodo dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, dilihat Selasa (19/4/2022).

Sebanyak 17 juta pemudik yang menggunakan sepeda motor ini terbilang banyak. Apalagi, sepeda motor sebenarnya tidak dianjurkan untuk digunakan mudik.

"Mudik pakai motor itu ya gimana ya, bahaya. Kadang-kadang bertiga dan sebagainya bahaya banget itu. Dan menurut research kita yang paling bahaya adalah motor. Ya kita di dalam kota aja susah apalagi sampai ke daerah," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam program Blak-blakan detikcom.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu menegaskan, dari kacamata safety riding, sepeda motor tidak direkomendasikan untuk perjalanan jauh, apalagi mudik.

"Motor itu selalu direkomendasi tidak digunakan untuk perjalanan jauh lebih-lebih pada situasi seperti mudik yang ketahuan traffic-nya padat dan pada bulan Ramadan orang juga lagi fatigue, stamina menurun. Nah itu menambah handicap-handicap dari margin keselamatan para pengendara motor yang melakukan perjalanan mudik," ujar Jusri kepada detikcom, Selasa (19/4/2022).

Menurut Jusri, alasan motor tidak aman digunakan untuk mudik adalah karena proteksinya yang tidak seperti mobil. Di mobil, pengendara dan penumpangnya terproteksi bodi, pintu, bumper sampai seatbelt.

"Kalau mobil atau kendaraan roda empat atau lebih kalau tabrakan selalu ada absorpsi protection berupa bodi, bumper, pintu yang bisa meng-absorb energi benturan yang terjadi. Sedangkan pemotor itu full body contact. Begitu terjadi crash langsung tubuh yang bersentuhan dengan objek-objek keras. Sehingga peluang cedera serius itu besar sekali terjadi, hingga kematian. Kedua, tingkat kesulitan pemotor jauh lebih tinggi pemotor. Karena sepeda motor sendiri tidak mengenal kata stabil," beber Jusri.

Simak Video 'Jokowi Ajak Warga Mudik Lebih Awal: Daripada Macet':

[Gambas:Video 20detik]



(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT