ADVERTISEMENT

Mudik Kok Harus Booster, Sih? Menhub Jelaskan Alasannya

M Luthfi Andika - detikOto
Selasa, 19 Apr 2022 13:13 WIB
Jakarta -

Pemerintah Indonesia telah memberi restu bagi seluruh masyarakat untuk melakukan aktivitas mudik atau balik ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idul Fitri 2022. Kendati demikian ada syarat yang harus diikuti masyarakat yaitu harus booster vaksin COVID-19 terlebih dahulu. Hmm apa alasannya, nih?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan apa yang menjadi alasan pemerintah mengharuskan seluruh masyarakat yang hendak pulang kampung, harus booster vaksin COVID-19.

"Jadi memang kalaupun kita bicara udara, laut, kereta api (transportasi), darat (transportasi darat) memang yang krusial. Kami diamanahi oleh presiden, 'Pak Menteri tolong antisipasi dengan baik'. Maka kita buat riset, sudah 2 bulan yang lalu kita melakukan 3 kali riset," cerita Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam program Blak-blakan.

Budi menjelaskan, ada 3 riset yang dilakukan dengan menggambarkan berbagai situasi kondisi jalan untuk bisa memuluskan masyarakat balik ke kampung halaman.

Perkiraan puncak mudik 2022 terjadi pada 28-29 April 2022. Agar terhindar dari kemacetan saat perjalanan, kamu dapat berangkat mudik sebelum tanggal tersebut.Ilustrasi perkiraan puncak mudik 2022 terjadi pada 28-29 April 2022. Agar terhindar dari kemacetan saat perjalanan, kamu dapat berangkat mudik sebelum tanggal tersebut. Foto: Lamhot Aritonang

"Riset (memulai riset atau penelitian), riset belum diperbolehkan mudik, riset kedua pemudik tanpa antigen, dan riset boleh mudik. Dalam riset kami ini angkanya naik terus dari 60 juta, 79 juta dan sekarang 85 juta yang mau pulang (mudik). Dan ini angka yang menunjukkan masyarakat ingin mudik (pada 2022)," Budi menjelaskan.

"Pak presiden mengundang bahkan besok pun akan rapat Ratas tentang mudik ini, sudah diputuskan boleh mudik karena memang sudah dua tahun (tidak ada mudik), tetapi kita punya take lain. "Mudik Aman Mudik Sehat", apa artinya kalaupun kita safety, tetapi kesehatan harus dilakukan diperhatikan. Makanya anjuran keharusan booster lakukan," Budi menambahkan.

(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT