ADVERTISEMENT

Ini Alasan Mudik Naik Motor Tak Disarankan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Rabu, 20 Apr 2022 15:38 WIB
Mudik jadi momen yang ditunggu untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. Meski berbahaya, tak sedikit warga yang membawa anak untuk mudik naik motor.
Bahayanya mudik naik motor. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan masih ada belasan juta pemudik yang memanfaatkan sepeda motor. Totalnya, menurut Jokowi, akan ada 17 juta pemudik pulang kampung naik kendaraan roda dua.

"Akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor yang akan digunakan oleh para pemudik. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah," kata Presiden Joko Widodo dalam tayangan Youtube Sekretariat Presiden, dilihat Selasa (19/4/2022).

Dari kacamata keselamatan berkendara, mudik naik motor sebenarnya tidak disarankan. Praktisi keselamatan berkendara yang juga Founder dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan sepeda motor yang umumnya beredar di Indonesia sebenarnya bukan untuk perjalanan jauh, apalagi mudik.

"Karena motor sendiri proteksinya tidak seperti mobil. Nggak ada bumper, nggak ada pintu, bodi, seatbelt. Kalau mobil atau kendaraan roda empat atau lebih kalau tabrakan selalu ada absorpsi protection berupa bodi, bumper, pintu yang bisa meng-absorb energi benturan yang terjadi. Sedangkan pemotor itu full body contact. Begitu terjadi crash langsung tubuh yang bersentuhan dengan objek-objek keras. Sehingga peluang cedera serius itu besar sekali terjadi, hingga kematian," ujar Jusri.

Ditambah lagi kondisi pemudik yang biasanya sedang berpuasa di bulan Ramadan sehingga staminanya cenderung menurun. Begitu juga traffic yang padat saat arus mudik.

"Kedua, tingkat kesulitan pemotor, jauh lebih tinggi pemotor. Karena sepeda motor sendiri tidak mengenal kata stabil. Motor tingkat handicap-nya selain pengendara tidak pernah mengenal kata stabil, pengendara harus tetap membuat motor ini seimbang. Artinya, tingkat kesulitannya lebih sulit daripada mobil yang begitu santai, duduk, dan mobil selalu stabil. Motor nggak stabil, yang ada nggak seimbang," ujar Jusri.

"Sehingga kita ketahui bahwa mobil itu multitasking, tingkat multitasking pemotor lebih tinggi dibanding pemobil. Oleh karena itu, margin keselamatan pemotor jauh lebih rendah," katanya.

Jusri lebih menyarankan pemudik yang berniat menggunakan sepeda motor agar memanfaatkan program mudik massal dari berbagai lembaga. Biasanya, program mudik ini juga menyediakan layanan pengangkutan sepeda motor ke kampung halaman.

"Pemudik motor yang bijak, mereka harus sadar biaya pasca kecelakaan jauh lebih tinggi daripada biaya transportasi. Cara yang paling baik adalah kalau bisa motornya dikirim ke lokasi kampung, dia sendiri naik bus atau naik kereta. Manfaatkan itu. Memang ada cost seperti makan dan lain-lain, tapi ingat biaya pasca kecelakaan jauh lebih tinggi daripada antisipai tadi," ujarnya.



Simak Video "Mudik Tahun Ini Sukses, Angka Kecelakaan Turun Drastis"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT