Efek Buruk Mobil dan Motor Pakai BBM Oktan Rendah

Tim detikcom - detikOto
Senin, 12 Jul 2021 17:53 WIB
Pemerintah lagi-lagi mengungkapkan soal rencana kenaikan harga BBM subsidi pada bulan Juni 2013 mendatang. Harga bensin premium akan naik menjadi Rp 6.500/liter, dan solar harganya menjadi Rp 5.500/liter.
Efek buruk menggunakan BBM oktan rendah. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemilik mobil maupun motor disarankan untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan. Sebabnya, penggunaan BBM dengan Research Octane Number (RON) lebih rendah bisa menimbulkan efek buruk bagi kendaraan.

Hal itu disampaikan oleh pakar kendaraan mesin bakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Iman Kartolaksono Reksowardojo. Efek buruk penggunaan BBM dengan oktan rendah mempengaruhi kendaraan hingga lingkungan.

"BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrem bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang," katanya seperti dikutip Antara.

Dijelaskan, secara termodinamika knocking terjadi karena BBM RON rendah tidak tahan terhadap tekanan atau temperatur tinggi. Alhasil, BBM bisa terbakar sebelum dipantik oleh busi.

Menurut Iman yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia (IABI), kerugian menggunakan BBM RON rendah bisa terjadi meski kendaraan dilengkapi dengan articial intelligence (AI). Meski pemrograman AI akan membuat mesin lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi, BBM oktan rendah merugikan terutama dalam jangka panjang.

"Programing yang dilengkapi AI bisa beradaptasi supaya tidak merusak motor. Tetapi tetap saja ada batasnya. Dan konsekuensinya terhadap kinerja yang menurun, efisiensi menurun, dan emisi memburuk," kata Iman.

Karenanya, pemilik kendaraan harus menggunakan BBM sesuai kebutuhan mesin. Kamu bisa cek buku manual kendaraan mengenai BBM yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Melansir webiste Suzuki, cara termudah memilih bensin yang cocok adalah dengan memperhatikan rasio kompresi mesin. Data spek rasio kompresi mesin biasa ada pada buku manual pemilik kendaraan.

Misalnya, motor memiliki rasio kompresi mesin di atas 11:1 sampai 13:1, disarankan untuk memakai bensin RON 98 seperti Pertamax Turbo. Kemudian untuk sepeda motor yang rasio kompresinya di atas 10:1 sampai 11:1, idealnya memakai bensin RON 92 seperti Pertamax.

Lalu, untuk motor yang punya rasio kompresi di bawah 10:1 sampai 9:1, bisa diisi bensin jenis Pertalite yang punya RON 90. Sementara kalau rasio kompresi sepeda motor Anda di bawah 9:1, dibolehkan memakai bahan bakar Premium (RON 88).



Simak Video "Cuma Rp 350 Jutaan, Mobil Listrik Ini Siap Ganggu Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)