Selasa, 06 Okt 2020 07:52 WIB

Jangan Sembarangan, Ini Tips Pilih Bensin yang Tepat untuk Motormu

Rizki Pratama - detikOto
Pengendara motor terpaksa membeli Bensin Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2013). Premium di SPBU ini habis karena keterlambatan pengiriman karena maraknya aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Jakarta. File detikFoto. Memilih bensin yang tepat untuk motor. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kebutuhan pokok sepeda motor adalah bensin. Namun, tahu tidak kalau setiap motor itu punya spesifikasi mesin yang hanya cocok mengkonsumsi bensin tertentu?

Seperti diketahui di berbagai SPBU ada beberapa pilihan bensin. Pilihan tersebut dibedakan berdasarkan nilai oktan yang disepakati dalam satuan Research Octane Number (RON).

Apabila mesin motor menggunakan bahan bakar sesuai 'seleranya' maka pembakaran akan lebih sempurna. Pembakaran sempurna di dapur pacu berdampak pada performa mesin sepeda motor lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih irit dan umur mesin jadi lebih panjang.

Nah, bagi kamu yang masih bingung motornya cocok pakai bensin apa, ada beberapa tips dari Astra Honda Motor untuk pemilihan bensin, nih.

1. Mengetahui Rasio Kompresi Mesin

Hal pertama yang harus diketahui untuk menentukan jenis bensin adalah mengenali rasio kompresi mesin anda. Rasio kompresi mesin ini biasanya sudah tertera di buku pedoman pengguna.

Rasio Kompresi Mesin adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dengan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Misalnya, silinder dan ruang bakar dengan piston berada di titik mati bawah berisi 1000 cc udara. Ketika piston telah pindah ke titik mati atas, volume tersisa dalam kepala atau ruang bakar menjadi 100 cc, maka rasio kompresi akan proporsional digambarkan sebagai 1000:100, atau dengan pecahan pengurangan, rasio kompresi 10:1.

Semakin tinggi rasio kompresi, maka nilai oktannya perlu lebih tinggi pula.

2. Mengenali Nilai RON BBM

Saat ini, tersedia pilihan bensin dengan nilai oktan terendah RON 88 hingga tertinggi RON 98. Nilai oktan merupakan angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.

Semakin tinggi nilai RON semakin besar tenaga yang dapat dihasilkan. Sementara itu, semakin tinggi rasio kompresinya, semakin besar tenaga yang dapat dihasilkan. Artinya semakin tinggi rasio kompresinya semakin tinggi pula oktan yang dibutuhkan.

Jika nilai oktan tinggi berarti semakin tinggi pula ketahanan terhadap tekanan. Dengan kata lain, dibutuhkan tekanan lebih tinggi dan waktu lebih lama dalam proses pembakaran. Berlaku sebaliknya dengan bahan bakar oktan lebih rendah.

3. Apa Efeknya Kalau Tidak Sesuai?

Pada dasarnya apapun jenis bensin, motor memang tetap akan dapat digunakan. Akan tetapi ada dampak buruk yang akan terjadi jika tidak menggunakan bensin yang tepat.

Biasanya penggunaan bensin yang tidak tepat bisa menimbulkan masalah seperti mesin mengelitik (knocking) dan penumpukan residu sisa pembakaran yang tidak sempurna. Jika terjadi terus menerus, sangat berpotensi menimbulkan kerusakan pada komponen mesin.

Motor dengan kompresi rendah belum tentu baik menggunakan oktan tinggi. Bensin dengan oktan tinggi membutuhkan tekanan lebih tinggi dan proses pembakaran lebih lama. Sehingga mesin menjadi kesulitan membakar bensin dengan oktan yang lebih tinggi, akibatnya tenaga mesin akan kurang maksimal dan pastinya lebih boros dari sisi biaya .

Hal itu berlaku sebaliknya pada penggunaan bensin oktan rendah pada mesin berkompresi tinggi. Ada kemungkinan bensin akan terbakar sebelum busi memercikkan api, Hal inilah yang menimbulkan terjadinya knocking dan penumpukan residu sisa pembakaran karena proses pembakaran tidak sempurna.

Gimana detikers? Motor kesayanganmu cocoknya pakai bensin apa?



Simak Video "Pom Bensin Terbakar di Rusia, Pemadaman Gunakan Robot"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com