Minggu, 30 Agu 2020 15:16 WIB

Efek Buruk Filter Udara Motor yang Kotor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Filter Udara Motor Filter udara motor. Foto: Dok. AHM.
Jakarta -

Perawatan kendaraan bermotor yang dipakai untuk aktivitas sehari-hari perlu dilakukan secara rutin. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah filter atau saringan udara motor Anda.

Saringan ini berfungsi sebagai penyaring udara sebelum masuk ke ruang bakar. Dengan filter ini, diharapkan kotoran yang ada di udara tidak masuk ke ruang bakar. Namun, lama-kelamaan saringan udara ini akan kotor karena penggunanya.

Mengutip tips dari laman resmi Astra Honda Motor, terdapat tiga jenis bahan yang biasanya digunakan sebagai saringan udara. Adapun ketiga bahan itu antara lain Urethane foam (busa), Dry paper (bahan dasar sejenis kertas), dan Viscous paper element (bahan dasar sejenis kertas yang dilapisi oli).

Saat ini kebanyakan sepeda motor menggunakan saringan udara berjenis viscous paper element. Penyaring udara jenis ini dilapisi oli yang mampu menyaring udara lebih bersih dan menangkap debu dari udara luar.

Seiring pemakaian, beragam kotoran seperti debu akan menumpuk pada saringan udara. Jika tumpukan kotoran di saringan udara dibiarkan dalam waktu lama, tentu akan memberi dampak buruk bagi sepeda motor.

Disebutkan, kotoran yang menumpuk pada saringan udara membuat suplai udara ke ruang bakar jadi terhambat. Alhasil, proses pembakaran di ruang bakar jadi tidak maksimal. Akibatnya, performa motor pun berkurang dan tarikan mesin menjadi berat.

Selain berakibat menurunnya performa sepeda motor, saringan udara yang kotor pun bisa membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Terhambatnya volume udara yang masuk ke ruang bakar membuat campuran antara bahan bakar dan udara jadi tidak seimbang. Volumenya akan lebih banyak bensin dibanding udara sehingga bensin yang terbakar jadi sia-sia.

Untuk kebanyakan motor dengan saringan jenis Viscous paper element sebaiknya jangan dibersihkan menggunakan semprotan udara bertekanan atau dicuci. Sebab, cara itu dapat menghilangkan lapisan oli di saringan udara.

Untuk menghindari penurunan performa motor, pemeriksaan saringan udara sebaiknya dilakukan setiap servis berkala. Saringan yang sudah kotor sebaiknya diganti. Atau, direkomendasikan diganti filter tersebut setiap kelipatan 16.000 km.

Nah detikers, mumpung hari libur di akhir pekan nih, sudahkah Anda memastikan motor Anda tetap prima?



Simak Video "Mobil Listrik Termurah! Fiturnya Sangat Memuaskan "
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com