Service Manager Astra Motor Mataram, Anton Prihatno menjelaskan, cara membersihkan saringan udara tidak dengan mencuci dan menyemprotnya. Caranya adalah dengan mengetok saringan udara ke benda keras seperti lantai agar debu-debunya rontok.
"Saringan udara, enggak perlu dibersihin. Yang disarankan adalah dirontokin debunya dengan cara mengetok-ketok saringan udara ke lantai atau ke benda keras lainnya," jelas Anton kepada detikOto.
Sebab, kalau saringan udara tidak dibersihkan, campuran udara untuk proses pembakaran di dalam mesin tidak akan optimal. Sebab, debu-debu akan menempel dan menghambat udara.
"Nanti kan debunya nempel. Nah pori-pori di saringan itu kan untuk masukan udara ke mesin. Nanti kalau pori-porinya ketutup debu, kan udaranya enggak masuk. Sehingga pembakarannya campurannya kurang optimal. Pasti beda. Berat tarikannya," kata Anton beberapa waktu lalu.
Ada juga konsumen yang membersihkan saringan udara dengan bensin dan cairan lainnya. Padahal hal itu bisa merusak fungsi saringan udara.
"Itu malah menghilangkan kandungan penangkap debunya. Kalau dibersihkan pakai kompressor juga tidak boleh. Karena di situ ada semacam cairan pengangkat debu agar enggak masuk ke mesin," katanya.
Pembersihan saringan udara disarankan dilakukan tiap bulan. Tapi, setelah menempuh jarak sejauh 16.000 km, konsumen harus mengganti saringan udara baru.
"Karena berdasarkan rekomendasi pabrikan, ada beberapa elemen yang mulai enggak optimal. Udah banyak yang rusak. Pori-porinya membesar. Debu gampang masuk," ungkap Anton.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun